BALIEXPRESS.ID – Pemerintah Provinsi Bali terus berupaya meningkatkan layanan transportasi publik melalui hibah 10 unit bus listrik untuk Trans Sarbagita.
Rencana hibah tersebut berasal dari Global Green Growth Institute (GGGI) melalui Bappenas dan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.
Bus-bus ini diperkirakan akan sampai di Bali pasa 2025 akhir, dan mulai beroperasi pada 2026 setelah melewati tahapan pengadaan dan uji coba.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, IGW Samsi Gunarta, menjelaskan bahwa rencana hibah bus listrik ini bertujuan memperbaiki layanan Trans Sarbagita yang saat ini terbatas.
“Ke depan itu kita akan tambahkan jadi 10 unit lagi dengan bus listrik. Harapannya ya kita bisa memperbaiki kinerja layanannya. Jadi lebih diperlebar layanannya gitu sehingga jadi lebih baik dia, dan integrasinya dengan Trans Metro juga harus lebih bagus,” ujarnya, Senin (30/12).
Meski demikian, persiapan untuk implementasi hibah tersebut membutuhkan waktu.
Baca Juga: WADUH! Pelaku Curanmor Tewas Diamuk Massa: Korban Ungkap Detik-detik Kejadiannya
"Sudah mempersiapkan studinya sekarang dulu, nanti setelah semua keluar spesifikasi dan sebagainya baru dia pengadaan. Jadi kalau dilihat dihitung-hitung ya berproses gitu kan, pengadaan, bis itu sebetulnya bukan barang yang ready stok," jelasnya.
Samsi mengungkapkan bahwa sejak diluncurkan pada 2011, jumlah armada Trans Sarbagita telah menurun drastis.
"Awalnya itu 45 unit, sekarang tinggal 10 unit," katanya.
Penurunan ini disebabkan oleh habisnya usia pakai bus-bus tersebut tanpa adanya penggantian.
Saat ini, hanya dua koridor yang dilayani, yaitu rute Batubulan–GOR Ngurah Rai dan GOR Ngurah Rai–GWK.
Bus yang tersisa diarahkan untuk melayani mahasiswa dan perguruan tinggi, seperti Universitas Udayana, dari Kampus Pusat ke Kampus Jimbaran.
Baca Juga: WADUH! Pelaku Curanmor Tewas Diamuk Massa: Korban Ungkap Detik-detik Kejadiannya
“Memang kita arahkan dari Unud pusat ke Unud Jimbaran, kemudian baru ke GWK,” tambah Samsi.
Selain hibah bus listrik, Pemerintah Provinsi Bali juga berencana memperlebar koridor layanan Trans Sarbagita untuk meningkatkan kinerja.
“Memperbaiki layanan, jadi kan Sarbagita itu terlalu sempit layanannya sekarang dan bisnya juga enggak banyak ya. Masih tersisa hanya 10 unit,” ujar Samsi.
Studi sedang dilakukan untuk menentukan rute tambahan yang optimal dan spesifikasi bus listrik, termasuk ukuran dan kapasitasnya.
Samsi menekankan pentingnya proses transisi yang baik, terutama dalam pengalihan layanan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah.
"Pemprov kan tidak bisa menerima secara tiba-tiba ya dengan situasi ini, harus menyiapkan alokasi anggarannya, menyiapkan SDM-nya, menyiapkan peralatan dan piranti kontrol, dan sebagainya. Jadi tidak mudah memang untuk memindahkan itu dalam waktu yang sekaligus gitu," paparnya.
Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, hibah bus listrik ini diperkirakan akan tersedia pada akhir 2025 dan mulai dioperasikan pada 2026.
“Kalau itu dihitung-hitung ya kurang lebih akhir 2025 baru bisa ada bisnya, kemungkinan operasinya 2026. Dari 2025 kita uji coba itu bisa jadi,” ungkapnya.(***)
Editor : Rika Riyanti