BALIEXPRESS.ID- Angka kasus bunuh diri di Kabupaten Tabanan mengalami peningkatan pada tahun 2024.
Kapolres Tabanan AKBP Chandra Citra Kesuma menyebutkan sepanjang tahun 2024, Polres Tabanan mencatat jumlah kasus bunuh diri sebanyak 16 kasus.
Jumlah tersebut meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2023 yang mencapai 10 kasus bunuh diri di Tabanan.
“Jika dilihat dari persentase, jumlah kasus bunuh diri di Kabupaten Tabanan selama tahun 2024 mengalami peningkatan sebesar 60 persen jika dibandingkan dengan tahun 2023 lalu,” jelasnya Selasa (31/12/2024).
Untuk penyebab kasus bunuh diri yang ditangani oleh Polres Tabanan antara lain, depresi akibat judi online (judol), asmara, sakit menahun dan terlilit pinjaman online (pinjol).
Dari empat jenis penyebab tersebut, depresi akibat judol dan terlilit pinjol menjadi penyebab yang mendominasi kasus bunuh diri di Tabanan.
Jumlah kasus bunuh diri akibat terlilit pinjol di Kabupaten Tabanan selama tahun 2024 sebanyak tiga kasus dari total 16 kasus.
Kasus bunuh diri yang disebabkan oleh depresi akibat kalah judi online sebanyak 8 kasus.
Bunuh diri karena sakit menahun sebanyak 4 kasus dan bunuh diri yang disebabkan oleh kegagalan asmara 1 kasus.
Untuk lokasi kejadiannya, Kapolres Chandra menyebutkan terjadi merata di seluruh wilayah Kabupaten Tabanan.
“Jika dilihat dari penyebab bunuh diri, judi online dan pinjol menjadi penyebab utama kasus bunuh diri di Kabupaten Tabanan, untuk itu, kami semakin intens dalam mensosialisasikan bahaya judi online,” ungkapnya.
Selain intens melakukan pengawasan terhadap aktivitas judi online, untuk menurunkan angka bunuh diri di masyarakat, Chandra juga berharap masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan mental orang-orang di sekitarnya.
Dengan begitu, kasus bunuh diri tidak mengalami peningkatan, khususnya yang disebabkan oleh faktor-faktor kebiasaan atau lifestyle, seperti judi online ataupun yang disebabkan oleh permasalahan lainnya.
“Peningkatan ini menjadi perhatian serius bagi kepolisian. Chandra mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental dan mendukung sesama guna mencegah kejadian serupa,” tambahnya. (*)
Editor : I Made Mertawan