BALIEXPRESS.ID-Perayaan malam tahun baru di Bali menyisakan duka bagi satu keluarga di Desa Sebudi, Karangasem.
Pasalnya, malam penyambutan tahun baru yang dihiasi dengan penyalaan kembang api dan mercon membuat sapi peliharaan milik warga ketakutan.
Baca Juga: Angka Bunuh Diri di Tabanan Meningkat, Judi Online dan Pinjol Jadi Penyebab Utama
Dalam video yang beredar dan viral di media sosial, terlihat seorang istri menangis histeris melihat sapi peliharaanya ketakutan.
Akibat dari suara petasan dan kembang api itu, sapi peliharaan warga ketakutan dan menyebabkan cedera hingga patah kaki.
Melihat hewan peliharaanya mengalami hal itu, terlihat seorang perempuan tak kuasa menahan tangis.
Bahkan terlihat sang suami yang memvideokan kondisinya sapi miliknya yang dalam kondisi memprihatinkan.
“Nikmati kesenangan kalian semua, ulian tyang lacur sing ngidaang meli jedar-jedaran,” ucap laki-laki perekam video dikutip dari unggahan akun @aryulangun.
Bahkan si pemilik sapi menyebut bahwa kedua sapinya yang sudah telah mengalami patah tulang.
“Iklas ampun tyang rugi, dadua sampin tyange cedera ne gede-gede,” jelasnya.
Bahkan terlihat sang istri yang sedari tadi menangis histeris nyaris pingsan lantaran tak kuasa menahan kesedihan.
Baca Juga: Kecelakaan Lalu Lintas Naik Dratis di Tabanan, 89 Nyawa Melayang Tahun 2024
Video tersebut mengundang beragam komentar warganet di media sosial.
“Saya sangat prihatin, menjelang tahun baru saya gelisah dan lebih memilih di rumah karena peliharaan klu ada kembang api sangat takut, jadi saya memutuskan menunggu mereka,” tulis akun @wasitoadipurnomo.
“Sebenarnya agak kontra sih sama petasan di daerah/perkampungan. Kasian banget hewan-hewan pada ketakutan setiap tahunnya,” tulis akun @peggyshella.
“Saya paling gak suka kalo ada yang pasang petasan atau kembang api, selain berisik dan polusi udara, kasian anabul di rumah dan diluar rumah. Mereka pada lari dan ngumpet karena ketakutan,” jelas akun @dewinava.
Editor : Wiwin Meliana