Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Operasional Trans Metro Dewata Berhenti Sementara, Pasek Suardika Beri Catatan Evaluasi

Wiwin Meliana • Kamis, 2 Januari 2025 | 17:31 WIB

Pasek Suardika memberikan catatan evaluasi terkait penghentian operasional Trans Metro Dewata
Pasek Suardika memberikan catatan evaluasi terkait penghentian operasional Trans Metro Dewata

BALIEXPRESS.ID-Operasional Trans Metro Dewata (TMD), resmi berakhir sementara pada Rabu (1/1).

Keputusan ini mendapat banyak perhatian terutama oleh penggiat media sosial Gede Pasek Suardika.

Menurut pria yang juga seorang advokat ini, Proyek ini dihentikan tentu karena berbagai evaluasi.

Baca Juga: Masuk Daftar Pemimpin Terkorup di Dunia, Begini Tanggapan Joko Widodo

Pihaknya pun mengaku setuju untuk sebagai langkah sementara bukan permanen, dan lanjut mengevaluasi strategi agar bisa lebih efektif ke depannya.

Pasek Suardika pun melalui media sosialnya membeberkan beberapa catatan untuk bahan evaluasi dalam pengoperasian transportasi umum di Bali di antaranya:

  1. Transportasi massal / publik adalah salah satu solusi mengurangi kemacetan sekaligus adanya keberpihakan pemerintah memberikan layanan transportasi murah kepada masyarakatnya.
  2. Kondisi masyarakat Bali yang sudah hidup dalam kebiasaan transportasi pribadi untuk diubah ke transportasi publik harus dilakukan dimulai dari tata kelola kebijakan yang mampu menciptakan dan menggeser budaya transportasi pribadi ke transportasi publik. Sebuah pekerjaan yang berat karena mengubah kebiasaan yang sudah mengkristal.

Berdasarkan pengalaman mencermati pengelolaan transportasi publik di berbagai negara, ada beberapa langkah antara lain:

  1. a) pemimpin memberikan contoh. Para ASN dan P3K diwajibkan naik trasnportasi publik lewat stop over menuju satu titik terdekat ditempat kerja. Lalu dilakukan kampanye agar perusahaan swasta juga ikut terlibat dalam kampanye ini. Hal ini paling tidak untuk ketika mereka bekerja.
  2. b) para siswa juga diwajibkan ke sekolah dengan transportasi publik di mana ada beberapa titik kumpul menuju sekolah. Ini dalam rangka menyiapkan generasi baru dengan budaya baru ke depannya.
  3. c) simulasi alur dan rute harus dikaji secara mendalam agar sebanyak mungkin rute bisa dilayani. Dan memastikan juga siklus waktunya agar bisa on time schedule nya.
  4. d) daerah daerah publik dikenakan biaya parkir yang tinggi sehingga masyarakat berpikir bawa mobil atau motor pribadi.
  5. e) Budaya berjalan kaki harus diimbangi dengan penataan trotoar khusus pejalan kaki yang lebih baik sejuk dan sehat.

3) Dibuat aturan regulasi yang komprehensif baik soal lalu lintas, park and ride, PKB BBNKB, kurikulum pendidikan di level siswa, aturan internal di lingkungan pegawai negeri, sekolah, dan aturan denda jika parkir sembarangan hingga ada rewards bagi warga yang terbanyak melakukan aktivitas menggunakan transportasi publik.

4) Persiapkan berbagai sarana transportasi publik terintegrasi dengan kajian dan analisis yang mendalam dna kemudian sejak diputuskan sampai akan dilaksanakan bisa disosialisasikan secara massif agar sebanyak mungkin masyarakat mengetahui.

Baca Juga: Ini Cara Dapatkan Diskon 50 Persen Tarif Listrik dari PLN, Berlaku Januari Hingga Februari

5) Jadi berhentinya operasional Bus Trans Metro Dewata harus segera disambut dengan melakukan berbagai persiapan kebijakan baru yang betul-betul komprehensif untuk menyambut rekayasa sosial baru bagi kebiasaan warga masyarakat di Bali.

Baca Juga: Ini Cara Dapatkan Diskon 50 Persen Tarif Listrik dari PLN, Berlaku Januari Hingga Februari

“Ketika beroperasi banyak yang mengkritik. Ketika dihentikan juga dikritik. Yang terpenting sebenarnya harus ada solusi yang diberikan dari tujuan yang baik dengan cara yang kurang tepat tidak akan berhasil guna,” ungkapnya dikutip pada Kamis (02/01/2024).

 

Editor : Wiwin Meliana
#transportasi umum #pasek suardika #Trans Metro Dewata #evaluasi