BALIEXPRESS.ID - Musibah kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor merenggut nyawa seorang bayi berusia enam bulan.
Insiden tragis ini terjadi di Jalan Raya Singaraja-Amlapura KM 16, tepatnya di wilayah Banjar Dinas Kaje Kangin, Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Rabu (1/1/2025) sekitar pukul 15.30 WITA.
Kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi DK 6180 UBL yang dikendarai Gede Pancara Satra Wiguna (22) asal Desa Bondalem, dengan sepeda motor Yamaha Fazzio bernomor polisi DK 3791 UBN yang dikendarai Made Artana (50) asal Desa Tejakula.
Saat itu, Artana membonceng istri dan dua anaknya, termasuk bayi nahas tersebut.
Kronologi kejadian berawal saat Pancara Satra yang melaju dari arah timur menuju barat berusaha menghindari genangan air di jalan.
Namun, sepeda motornya terlalu mengambil haluan ke kanan, sehingga bertabrakan dengan Yamaha Fazzio yang datang dari arah berlawanan.
Benturan keras menyebabkan kedua pengendara dan penumpang terjatuh ke jalan.
Pancara Satra mengalami luka di kepala dan pendarahan di hidung, sementara yang dibonceng, Gusti Agung Pastika Mandala (22), mengalami luka di kepala dan kaki.
Di pihak lain, Artana mengalami patah tangan kiri, luka di dada, dan sesak napas. Istrinya, Putu Juni Antari (34), mengalami luka lecet, sementara putri sulungnya mengalami patah kaki kiri.
Namun yang paling parah adalah bayi berusia enam bulan. Bayi Putu Juni Antari mengalami luka serius di kepala dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Kertha Usada Singaraja.
Kapolsek Kubutambahan, AKP Kadek Robin Yohana, menjelaskan, kecelakaan terjadi akibat kurangnya kehati-hatian pengendara Honda Beat. "Pengendara terlalu mengambil haluan ke kanan, sehingga terjadi laka lantas," ujarnya.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam, terutama bagi keluarga korban.
Dumogi amor ing Acintya, semoga bayi malang tersebut menyatu dengan-Nya.
Sementara itu, polisi terus menyelidiki lebih lanjut penyebab kecelakaan untuk memastikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat. (*)
Editor : Nyoman Suarna