BALIEXPRESS.ID – I Wayan Buda Parwata, mantan jurnalis yang malang melintang di dunia media, kini melanjutkan pengabdiannya kepada masyarakat sebagai anggota DPRD Klungkung.
Sosok yang dikenal kritis dan vokal semasa menjadi pewarta ini, kini membawa semangat yang sama dalam memperjuangkan aspirasi rakyat di kursi dewan.
Kepada Bali Express Jawa Pos, Buda Parwata menuturkan bahwa setelah lulus dari Fakultas Pertanian Universitas Udayana di tahun 2000, ia telah terjun di dunia jurnalistik di tahun 2001.
"Saya bersama wartawan-wartawan senior ikut mendirikan koran lokal bali saat itu namanya Sinar Bali. Dan saya diberikan pos di kriminal wilayah Badung-Denpasar," ujarnya pria kelahiran 5 Juli 1974 tersebut.
Tak hanya mencari dan menulis berita, Buda Parwata juga mengetahui persis proses pembuatan koran. "Saat itu masih zaman mesin ketik, komputer belum seperti sekarang ini," imbuhnya.
Seiring berjalannya waktu pria asal Dusun Tengah, Desa Timuhun, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, itu kemudian ikut mendirikan koran Fajar Bali. Sejak saat itu mulai muncul ketertarikannya di dunia politik.
Dimana ia kerap kali meliput kegiatan politik PNI (Partai Nasional Indonesia) dan PDIP, bahkan sampai ketika dirinya diberikan tugas baru sebagai Kepala Biro di Klungkung. Dari situ lah ia mengenal Ketua DPD PNI Bali Wayan Sukla Arnata sampai ia anggap seperti orang tua sendiri sekaligus guru politik baginya.
Karena hal itu, ia pun diberikan kepercayaan untuk memimpin perusahaan tabloid mingguan Suara Marhaen.
Sejak saat itu ia diminta untuk ikut membesarkan PNI di Klungkung, dari yang awalnya hanya memperoleh 1 kursi di Pemilu berikutnya berhasil memiliki kursi 4 di masing kecamatan ada perwakilan.
Ketua PNI kala itu, yakni Sukmawati Soekarnoputri juga memberikannya rekomendasi untuk menjadi calon anggota DPRD Klungkung di tahun 2004, sayangnya ia tidak lolos.
Dan seiring berjalannya waktu, Buda Parwata memilih keluar dari PNI dan berlabuh di Partai Hanura yang kala itu merupakan partai baru di tahun 2008.
Tak menunggu waktu lama, di tahun 2009, Buda Parwata langsung mendapatkan rekomendasi untuk menjadi calon anggota DPRD Klungkung. Ia juga didapuk menjadi Ketua DPC Partai Hanura Klungkunv sejak tahun 2020."Dan astungkara saya terpilih waktu itu sebagai anggota DPRD Klungkung periode 2009-2014," sambungnya.
Tak hanya bertahan 1 periode, Buda Parwata ternyata mampu menunjukkan taringnya di dunia perpolitikan. Ia kembali terpilih pada periode 2014-2019, kemudian periode 2019-2024, dan kini masih berjaya di periode 2024-2029.
Menurut putra kelima dari almarhum I Wayan Catra dan Ni Wayan Muter, hal itu menunjukkan jika kesetiaannya terhadap partai membuatnya bisa bertahan hingga 4 periode.
"Tentu dinilai kesetiaan dalam hal membesarkan partai sampai sekarang kita punya fraksi di DPRD Klungkung, bahkan ada yang ingin menenggelamkan parrai tapi tidak bisa karena kita tetap berjuang, tahu sendiri kan bagaimana Hanura di Bali. Hanya di Klungkung yang bisa bertahan, kita perang tanpa panglima," bebernya.
Sikap pantang menyerah, tegas dan disiplin yang dimiliki Buda Parwata tidak terlepas dari didikan yang ia dapat dari sang ayah yang dulunya merupakan seorang TNI-AD dan sempat menjadi Perbekel setelah pensiun. Ia juga senantiasa mengingat pesan sang ayah agar selalu tulus dan ikhlas dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
"Tapi ayah saya tidak pernah mengekang saya, beliau selalu memberikan kebebasan kepada anak-anaknya mau jadi apa," tandas alumni SMAN 1 Semarapura tersebut. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana