BALIEXPRESS.ID – Penjabat (Pj) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, memastikan jadwal pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030 tetap sesuai jadwal, yakni pada 7 Februari 2025, meskipun masih ada proses gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) yang diperkirakan selesai pada 13 Maret 2025.
"Oh, masih tetap 7 Februari," ujar Mahendra Jaya saat dikonfirmasi terkait jadwal pelantikan, Senin (13/1).
Setelah pelantikan, Mahendra Jaya mengungkapkan dirinya akan kembali bertugas di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Baca Juga: WNA India Diduga Jadi Guide di Bali, Penjabat Gubernur Minta Agar Ditindak Tegas
"Saya kembali ke Mendagri, saya kan Eselon I di Kemendagri," katanya.
Mahendra Jaya menegaskan bahwa masa jabatannya tidak akan diperpanjang.
"Nggak, nggak, tetap 7 Februari. Sesuai dengan keputusan," imbuhnya.
Baca Juga: Dipepet Pengendara Scoopy, Wanita MC Jadi Korban Begal Payudara: Begini Kejadiannya
Sementara itu, Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya alias Dewa Jack, menjelaskan bahwa agenda pengumuman hasil penetapan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali terpilih telah dilaksanakan di DPRD Bali pada Senin (13/1).
"Ini kan pengumuman di DPRD, khusus pengumuman di DPRD," ujarnya.
Terkait agenda selanjutnya, Dewa Jack mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera membawa hasil pengumuman tersebut ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.
"Untuk selanjutnya kami pimpinan ke Jakarta, rencana tanggal 15 Januari karena tanggal 16 Januari terakhir. Kami sudah bersurat kepada Menteri Dalam Negeri, memohon agar Gubernur kami yang terpilih dilantik," katanya.
Ia juga memastikan bahwa jadwal pelantikan hingga saat ini belum berubah.
"Belum, tapi kalau dari informasi yang ada, 7 Februari itu belum dirubah," jelasnya.
Ketika ditanya tentang pernyataan Komisi II DPR RI yang menyarankan agar pelantikan dilakukan serentak pada bulan Maret, Dewa Jack menyebut bahwa keputusan tersebut ada di tangan pemerintah pusat.
"Ya itu silakan di Jakarta. Tugas kami kan istilahnya rakyat kami di Bali sudah memilih. Kalau gubernurnya ini dan wakilnya ini, mohon Bapak Menteri Dalam Negeri menyampaikan kepada presiden untuk sesegera mungkin dilantik," ujarnya.
Baca Juga: WADUH! Avanza Jadi Pemicu Tabrakan Beruntun Libatkan Enam Mobil, Diduga Ini Penyebabnya
Dewa Jack juga memastikan bahwa pelantikan akan dilaksanakan di Jakarta. Setelah pelantikan, DPRD Bali akan menggelar rapat paripurna istimewa.
"Ya, nanti akan ada paripurna, pasti paripurna istimewa nanti ketika Pak Gubernur sudah dilantik oleh presiden. Mudah-mudahan 7 Februari ya," katanya.
Jika pelantikan ditunda hingga Maret, Dewa Jack menyebut masa jabatan Pj Gubernur dapat diperpanjang untuk mengisi kekosongan.
"Beliau kan sampai 7 Februari dalam schedule-nya terus diperpanjang mungkin sampai Maret, kan ini belum," jelasnya.
Terkait tugas prioritas yang akan dihadapi Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, Dewa Jack mengungkapkan beberapa isu mendesak yang perlu segera ditangani, seperti pengelolaan sampah, kemacetan, banjir, dan transportasi.
"Ya semua sudah ada di medsos itu, beliau sudah berjanji ada sampah ya toh, ada kemacetan. Apa lagi? Banjir. Transportasi itu ya, TMD," tutupnya.(***)
Editor : Rika Riyanti