BALIEXPRESS.ID - Seorang warga berinisial AZA, 27, menjadi sasaran pengeroyokan di dekat rumahnya, Jalan Bukit Tunggal VII/14, Gelogor, Pemecutan, Denpasar, pada Minggu 12 Januari 2025 dini hari.
Bahkan, para pelaku juga tusuk warga tersebut menggunakan senjata tajam. Diduga, pelaku yang keroyok korban adalah dua orang pemuda berinisial MBS, 28 dan N, 17.
Kuasa Hukum korban Daniar Tri Sasongko menerangkan, kasus keroyok dan tusuk ini sudah dilaporkan ke Polsek Denpasar Barat.
Peristiwa itu bermula ketika terduga pelaku sedang nongkrong sambil minum di depan rumah, Jalan Bukit Tunggal VII/14, sekitar pukul 01.00 WITA.
"Mereka (terlapor) juga menyalakan musik saat itu," ujarnya, Rabu 15 Januari 2024.
Hal tersebut pun membuat pemilik rumah, begitu juga tetangga sekitar merasa terganggu.
Mengingat, saat itu sudah dini hari dan merupakan waktu warga beristirahat.
Maka dari itu, AZA mendatangi para pemuda tersebut dan menegurnya. Korban meminta agar suara musik dimatikan.
Akan tetapi, para terlapor malah emosi dan tidak terima.
Bahkan, MBS langsung pulang untuk mengambil pisau. Lalu dipakai untuk menusuk AZA.
"MBS mencoba menusuk leher korban, tapi gagal dan mengenai pipi korban, setelah itu coba menusuk perut, tapi ditangkis korban, hingga mengenai paha," tuturnya.
Sementara itu, N turut menganiaya dengan sejumlah pukulan.
Tetangga sekitar yang mendengar adanya keributan pun keluar rumah dan melerai mereka.
Akibat kejadian ini, AZA menderita luka robek di bagian pipi sebelah kiri, luka tusuk di paha kiri, lebam dan retak di bagian hidung.
Sehingga, dia langsung berobat, dan setelah itu melapor polisi.
Tak butuh waktu lama, Polsek Denpasar Barat mengamankan MBS dan N untuk dimintai keterangan.
"Informasi yang kami dapatkan, satu pelaku sudah ditahan, sementara yang masih 17 tahun dipulangkan," tambahnya.
Daniar menambahkan, orang tua terlapor sempat menawarkan perdamaian, tetapi ditolak oleh pihak korban.
"Mereka (pihak terlapor) justru mau melaporkan balik karena merasa dipukul korban. Padahal, korban hanya berusaha membela diri,” pungkasnya.
Dikonfirmasi mengenai Insiden tersebut, Kapolsek Denpasar Barat Kompol Laksmi Trisnadewi belum memberikan respon hingga berita ini diterbitkan. (*)
Editor : I Gede Paramasutha