BALIEXPRESS.ID-Jajaran Polsek Abang yang dipimpin oleh Kapolsek AKP I Komang Susiawan, S.I.P, langsung bergerak cepat untuk menindaklanjuti peristiwa perkelahian antar pelajar yang terjadi di SMKN 1 Abang, Karangasem.
Baca Juga: Angka Kemiskinan di Bali Menurun, 8 Ribu Orang Berhasil Keluar dari Garis Kemiskinan
Insiden tersebut viral di media sosial setelah kejadian pada Jumat (10/1/2025), dan Polsek Abang segera melakukan serangkaian penyelidikan.
Kapolsek Abang, AKP I Komang Susiawan, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan terkait perkelahian pelajar, pihaknya langsung menurunkan tim Unit Opsnal untuk melakukan penyelidikan.
Baca Juga: WASPADA! Pria Gasak Uang Puluhan Juta di Toko Pupuk Kintamani, Aksinya Terekam CCTV
"Kami langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap kronologi kejadian," tegas AKP Susiawan, mengacu pada arahan dari Kapolres Karangasem, AKBP I Nengah Sadiarta, S.I.K., S.H., M.K.P.
Hasil penyelidikan awal mengungkap bahwa perkelahian tersebut dipicu oleh kesalahpahaman yang terjadi di media sosial, khususnya TikTok.
Baca Juga: Dua Ranperda Buleleng Dibahas, DPRD Dorong Transparansi dan Efektivitas Penanggulangan Bencana
Insiden itu terjadi sekitar pukul 09.30 WITA di lapangan dekat kantin sekolah, saat pertemuan tidak disengaja antara dua pelajar, IKCW (siswa kelas XI DKV) dengan INY, yang kemudian berujung pada perkelahian yang melibatkan beberapa pelajar lainnya.
Polsek Abang telah melakukan langkah-langkah penanganan dengan melakukan visum terhadap korban dan meminta keterangan dari berbagai pihak terkait, termasuk siswa yang terlibat, saksi-saksi, dan guru sekolah.
Baca Juga: Jagung, Cabai dan Mimpi Desa Sebagai Pilar Ketahanan Pangan
"Kami bekerja secara komprehensif untuk mengumpulkan semua bukti dan keterangan," tambah Kapolsek.
sebelumnya, dugaan kasus perkelahian antar siswa di SMKN 1 ABang, Karangasem menjadi viral usai diunggah dan menjadi sorotan dari anggota DPD RI Bali, Arya Wedakarna.
dalam unggahan Instagramnya, AWK berencana segera memanggil pihak sekolah, komite dan siswa yang terlibat.
Editor : Wiwin Meliana