BALIEXPRESS.ID – Setelah mengakhiri masa jabatannya sebagai Wakil Bupati Klungkung selama dua periode (10 tahun), I Made Kasta kini memilih kembali ke dunia spiritual yang telah lama digelutinya sebelum terjun ke dunia politik.
Tokoh asal Desa Akah yang lahir pada 28 Juni 1966 ini bahkan berencana menggelar upacara Bayuh Sapuh Leger gratis untuk masyarakat pada Sabtu (18/1/2025) mendatang, bertepatan dengan Hari Tumpek Wayang.
Kasta mengatakan bahwa keputusannya untuk kembali fokus pada kegiatan spiritual adalah panggilan hati. "Sejak dulu saya memang sudah menekuni dunia spiritual. Setelah selesai mengabdi di pemerintahan, saya ingin melanjutkan pelayanan kepada masyarakat melalui jalan spiritual," ujar tokoh yang pernah menempuh studi di STIA Denpasar tersebut, Selasa (14/1/2025).
Menurut ayah empat orang anak ini, baik sebagai pejabat pemerintah maupun penekun spiritual, hakikatnya sama-sama melayani masyarakat. Bedanya, pelayanan di pemerintahan lebih bersifat sekala (fisik), sedangkan di dunia spiritual mencakup sekala dan niskala (nonfisik).
"Saat menjadi Wakil Bupati, saya melayani masyarakat melalui pemerintahan. Sekarang, sebagai penekun spiritual, saya tetap melayani, tetapi lebih ke arah sekala dan niskala," jelas suami dari Ni Putu Sri Sundara tersebut.
Kasta mengungkapkan, selama ini ia membantu masyarakat melalui pengobatan tradisional dan konsultasi spiritual. Ia juga menerima warga yang ingin berdiskusi atau meminta solusi terkait persoalan spiritual.
"Kami melayani pengobatan alternatif dan diskusi terkait spiritual, baik yang sifatnya sekala maupun niskala. Ini adalah bentuk ngayah saya kepada masyarakat," tambahnya.
Sebagai bentuk nyata pelayanannya, pria yang juga Ketua PMI Klungkung, Kwarcab Pramuka Klungkung hingga Ketua Harian KPA Klungkung ini akan menggelar Bayuh Sapuh Leger dan Penglukatan Ganapati gratis di kediamannya di Desa Akah. Ritual ini diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan, tanpa dipungut biaya.
"Banyak masyarakat yang kesulitan biaya untuk menggelar upacara ini. Karena itu, kami sediakan secara gratis. Cukup bawa banten pejati," jelasnya.
Antusias masyarakat terhadap ritual ini cukup tinggi. Hingga kini, sudah ada sekitar 50 orang yang mendaftar untuk mengikuti upacara tersebut.
"Antusiasnya luar biasa. Semoga Tuhan selalu memberikan jalan agar yadnya ini bisa berjalan lancar," harapnya.
Dengan kembali ke dunia spiritual, Made Kasta berharap dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, baik melalui pengobatan tradisional, konsultasi, maupun ritual-ritual yadnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana