Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sosok Ketut Wiratmaja: Dari Sopir hingga Ketua KONI Buleleng, Perjalanan Panjang Seorang Tokoh dan Jurnalis

Dian Suryantini • Kamis, 16 Januari 2025 | 18:28 WIB

Ketut Wiratmaja, Ketua KONI Buleleng
Ketut Wiratmaja, Ketua KONI Buleleng

BALIEXPRESS.ID - Ketut Wiratmaja adalah nama yang mungkin tak asing bagi mereka yang memahami lika-liku olahraga di Buleleng.

Wiratmaja bukan seorang atlet maupun olahragawan profesional lainnya, melainkan seorang ayah yang menaungi peraturan atlet di Kabupaten Buleleng.

Pria kelahiran 12 Oktober 1970 ini menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam perjalanan panjang dan penuh liku, dari menjadi sopir, jurnalis, hingga tokoh yang berdiri di garda terdepan olahraga dan organisasi masyarakat.

 Baca Juga: Profil Mantan Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta, Fokus Ngayah di Bidang Spiritual

Karir pertamanya dimulai dari sebuah perusahaan ekspedisi muatan kapal laut yang berkantor di Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.

 Pada tahun 1989, pria yang akrab disapa Tut Wirat itu memulai langkah pertamanya di dunia kerja. Ia mencurahkan hampir satu dekade hidupnya di perusahaan ini.

Namun, pada 1998, ketika perusahaan itu mulai goyah dan akhirnya runtuh, ia memutuskan untuk mengundurkan diri.

Bagaimanapun keputusan itu, membuka jalan baru bagi Tut Wirat untuk memasuki dunia yang benar-benar berbeda — media cetak.

Ia bergabung dengan Singaraja Pos, sebuah media mingguan di Buleleng.

Baca Juga: Viral! Ogoh-Ogoh Milik STT Sentana Peringin Terbakar di Kerobokan Kelod, Penyebab Masih Diselidiki

Awalnya, ia hanya seorang sopir. Namun, rasa ingin tahunya yang besar pada dunia jurnalistik membuatnya melangkah lebih jauh.

 Ia belajar dari rekan-rekannya, mencatat setiap detail, dan akhirnya, atas kepercayaan redaktur, ia memulai debutnya sebagai reporter.

“Saat itu saya dipercaya memegang rubrik Obok-obok Dakocan. Dari timur Buleleng sampai barat Buleleng semuanya diceritakan. Sempat juga memegang rubrik Obok-obok Niskala yang mengupas tentang seluruh balian yang ada di Buleleng,” kata Tut Wirat saat ditemui Kamis (16/1) pagi.

Ketut menapaki dunia yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia bertanggung jawab atas peliputan wilayah timur dan selatan, menjadi saksi mata dari berbagai perubahan sosial yang terjadi di lapangan. Di sinilah semangatnya untuk memahami realitas dan menyuarakan kebenaran mulai tumbuh.

 Baca Juga: Dampingi Mediasi, Polsek Abang Sebut Kasus Perkelahian Siswa SMKN 1 Abang Berakhir Damai

Namun, dunia media cetak bukanlah puncak karirnya. Ketika Radio Guntur membuka peluang bagi reporter, Tut Wirat melihat kesempatan ini sebagai cara untuk memperluas dampaknya.

 Ia melamar, diterima, dan kembali belajar. Radio Guntur bukan hanya tempat kerja, tetapi juga sekolah baginya. Ia menjalani berbagai pelatihan jurnalistik, termasuk pelatihan investigasi di Jakarta bekerja sama dengan Radio Netherland Indonesia dan VOA.

“Disinilah saya benar-benar belajar. Menjadi reporter yang sesungguhnya,” tambahnya.

Ketika reformasi 1998 mengguncang Indonesia, Ketut menjadi saksi hidup dari peristiwa kebakaran besar yang melanda Singaraja, termasuk terbakarnya Kantor Bupati dan Gedung Keuangan.

Peristiwa itu adalah liputan pertamanya saat menjadi reporter radio. Dengan penuh keberanian, Ketut berada di lapangan, menyaksikan pohon-pohon tumbang dan kekacauan yang tak terhindarkan.

Tak puas dengan apa yang sudah dicapainya, Ketut melanjutkan pendidikan formal atas rekomendasi dari Kepala Kejaksaan Negeri Buleleng kala itu.

Ia percaya bahwa memahami teori akan memperkuat praktik jurnalistiknya di lapangan. Dedikasinya ini membawanya ke berbagai peran penting, termasuk menjadi bagian dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) pada tahun 2008.

 Baca Juga: Dampingi Mediasi, Polsek Abang Sebut Kasus Perkelahian Siswa SMKN 1 Abang Berakhir Damai

“Saya minta ijin kepada istri untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Panji Sakti. Istri merestui dan saya mantapkan langkah,” kata dia.

Namun, perjalanan Ketut tidak berhenti di sana. Setelah menyelesaikan studinya, ia bergabung ke Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) hingga kini. Ia juga terlibat dalam dunia olahraga. Pada 2005, ia menjabat sebagai humas KONI Buleleng. Pernah juga didapuk jadi humas KNPI Buleleng.

 “Mungkin karena latar belakang jadi jurnalis, setiap masuk organisasi selalu bertempat jadi humasnya,” tuturnya.

Lama berkutat dengan laporan-laporan untuk publikasi setiap kegiatan, akhirnya tahun 2022 lalu, Ketut Wiratmaja terpilih dan dilantik menjadi Ketua KONI Buleleng. Tanggungjawab berat pun langsung bertengger di pundaknya. Ia harus mengordinir para pengkab dan atlet untuk Pekan Olahraga Provinsi ke-15.

Saat itu Tut Wirat meluncurkan tagline Small is Gold. Tidak lagi mengejar peringkat namun berupaya mendulang emas sebanyak-banyak dalam kompetisi.

“Kalau raihan medali banyak, peringkat itu pasti ngikut,” kata dia.

 Baca Juga: Terungkap Duel Pelajar SMKN 1 Abang Dipicu Kesalahpahaman di TikTok

Tidak hanya itu, tindakan ketat pun dilakukan. Tut Wirat mengurangi jumlah atlet yang dikirim. Ia juga berani melakukan cut off alias tidak mengirim cabang olahraga yang sama sekali tidak memiliki progress dan tidak pernah meraih medali.

 Dengan upaya itu, Tut Wirat tentu saja mendapat banyak cibiran. Membuat banyak orang kecewa dan mungkin sakit hati.

“Saya melakukan itu untuk kesejahteraan atlet juga. Tidak apa-apa sedikit yang penting hasilnya banyak. Saya juga tidak marah ketika banyak yang bergunjing tentang saya. Karena saya yakin atlet Buleleng yang saya pertandingkan adalah atlet-atlet yang tangguh, dapat dipercaya dan punya potensi,” tuturnya sambil tertawa kecil.

Kini, di usia yang semakin matang, Ketut tetap tidak meninggalkan dunia yang telah membentuknya: jurnalistik.

Baginya, jurnalisme bukan hanya pekerjaan, tetapi juga cara untuk menciptakan perubahan. Ia percaya bahwa suara seorang jurnalis adalah suara rakyat, dan tugasnya adalah memastikan suara itu didengar. Prinsip itu pula yang ia bawa ketika ia memimpin KONI Buleleng.

 Baca Juga: Angka Kemiskinan di Bali Menurun, 8 Ribu Orang Berhasil Keluar dari Garis Kemiskinan

“Memastikan pula suara kami di cabang olahraga didengar oleh pemegang kebijakan. Tentunya soal bonus-bonus atlet dan kebutuhan yang memang hak atlet. Dan, saya hanyalah seorang manusia biasa yang ingin menyampaikan apa yang saya lihat dan dengar,” tutup Tut Wirat. (dhi)

 

BIODATA

Nama                           : I Ketut Wiratmaja

Tempat/Tanggal lahir  : Singaraja, 12 Oktober 1970

Usia                             : 55 tahun

Zodiac                         : Libra

Pekerjaan                    : - Ketua KONI Kabupaten Buleleng

-       Kepala Studio 2 Radio Nuansa Giri FM

Instagram                    : @ketutwiratmaja

Facebook                     : Wiratmaja Ketut

 

Editor : Wiwin Meliana
#jurnalis #Ketut Wiratmaja #koni buleleng #profil #sopir