BALIEXPRESS.ID - Fenomena berburu koin jagat melalui aplikasi digital mulai marak di Bali, khususnya di kawasan Lapangan Renon, Denpasar, baru-baru ini.
Aktivitas ini menarik anak-anak untuk mencari koin virtual yang dapat ditukar dengan hadiah uang tunai.
Kepala UPTD Monumen Bajra Sandhi, I Made Artana, mengonfirmasi adanya anak-anak yang berburu koin di sekitar Lapangan Renon.
Untuk mencegah kerusakan fasilitas, pihaknya berkoordinasi dengan Satpol PP Provinsi Bali.
“Staf di lapangan sudah mengantisipasi dengan mengingatkan tidak merusak sarana dan prasarana,” ungkapnya, Kamis (16/1).
Kendati demikian, diakuinya belum mendapatkan adanya kerusakan dari kegiatan memburu koin tersebut.
Staf UPTD bersama Satpol PP Provinsi Bali terus melakukan pemantauan di sekitar lapangan Renon untuk mencegah terjadi kerusakan.
Disisi lain, Kasatpol PP Provinsi Bali, Dewa Dharmadi, menyatakan belum ditemukan kerusakan fasilitas umum akibat pemburuan koin jagat.
Langkah preventif dilakukan untuk mencegah kerusakan seperti yang terjadi di daerah lain.
“Ini tentu merupakan tindakan yang sigap dari kami untuk antisipasi yang meminimalisasi terjadi kerusakan fasum-fasum tersebar di beberapa titik sesuai aplikasi kami juga masuk di dalamnya,” katanya.
Pihaknya menambahkan, berdasarkan titik lokasi yang ada di aplikasi tersebut, Satpol PP melakukan pengawasan di fasilitas umum seperti Lapangan Renon, Puputan, Lumintang, dan Legian, serta memantau lokasi-lokasi yang menjadi sasaran aplikasi Jagat.
“Tempat-tempat strategis yang menjadi tempat-tempat masyarakat terkonsentrasi ada di aplikasi titik koordinat koin dipasang sudah dipanatau oleh Satpol PP. Baik kami di Provinsi Bali maupaun kabupaten/kota,” tutupnya.(***)
Editor : Rika Riyanti