BALIEXPRESS.ID-Sebuah video menjadi viral di media sosial yang memperlihatkan sejumlah warganet membongkar bahan yang digunakan membuat rokok banten.
Dalam video yang dibagikan oleh akun Facebook @Bu Gita di grup Info Badung, terlihat sejumlah wanita membuka isi dari lanjaran atau rokok banten.
Baca Juga: Pemkab Klungkung Dorong Internalisasi Core Value ‘BerAKHLAK’ untuk Optimalisasi PAD
Rokok berwarna putih tersebut biasanya digunakan oleh Umat Hindu untuk mebanten.
Namun yang mengejutkan, bahan yang digunakan untuk membuat rokok tersebut bukanlah tembakau.
Dalam video, saat dibuka satu per satu, rokok tersebut ternyata dibuat menggunakan sampah.
Sampah yang digunakan berupa kulit kedelai yang sudah kering.
Baca Juga: 5 Efek Buruk Jika Sistem Pendingin Ruangan Tidak Dipelihara dengan Baik
“Mohon bagi yang memproduksi lanjaran/rokok banten sampunang sampah anggine nggih semeton. Niki ibu-ibu ring pasar Ten-Ten Sading lagi unboxing roko sami mengeluh,” tulis keterangan dalam video dikutip pada Jumat (17/01/2025).
Lebih lanjut, pedagang tersebut mengaku kecolongan karena selama ini mereka tidak sadar menjual rokok yang terbuat dari sampah.
“Ternyata selama ini kita kecolongan secara tidak sadar yang kita haturkan bukanlah rokok melainkan sampah,” tulis keterangan tersebut.
Sontak saja unggahan video tersebut menjadi perbincangan dan sorotan warganet di media sosial.
Baca Juga: Kasus Penyelundupan Penyu Terulang, Kuat Dugaan Digunakan untuk Kuliner
“Waduh ini yang harus ibu-ibu perhatikan, jangan asal murah untuk aturan Jro sami,” tulis akun @Suka Artana.
Sementara itu ada juga warganet yang langsung membuktikan dan ternyata mendapati hal yang sama.
Parahnya, rokoknya banten yang dibuka justru berisi serutan kayu dan daun-daun kering tanpa ada tembakau sama sekali.
“Ternyata benar, isinya serutan kayu daun, bunga kering. Sama sekali gak isi tembakau. Kita haturkan maksud baik karena ga tau isi sebenarnya. Karma buruk biar yang membuat kena, klo rokok asli memang mahalan harganya, biar yakin bisa diganti dengan dupa dan lekesan,” tulis akun @Agus Dwiputra.
Editor : Wiwin Meliana