BALIEXPRESS.ID - Proyek revitalisasi Gedung Kesenian Bung Karno atau yang dikenal sebagai 'Twin Tower' di Jembrana, dengan anggaran sebesar Rp 24,197 miliar dari BKK Badung tahun 2024, menuai kritik dari masyarakat.
Meskipun pengerjaan gedung sudah selesai, fasilitas penting seperti pagar pengaman masih belum diperbaiki, menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan.
Dalam revitalisasi itu, sebanyak lima lingkup pekerjaan utama telah diselesaikan, termasuk bangunan ruang pertemuan, bangunan stage, bangunan kolam dengan air mancur, pos jaga, dan penataan site halaman. Namun demikian, pagar pembatas yang seharusnya menjadi prioritas tidak diperbaiki, meninggalkan celah berbahaya di sekitar area kolam yang ramai.
Baca Juga: Mobil Artis Yuki Kato Dibobol Maling, Detik-detik Pencuri Beraksi Terekam CCTV: Begini Kejadiannya
Seorang warga, Wayan Darna,40 menyuarakan kekhawatirannya terkait kondisi tersebut. "Pagar pembatas banyak yang bolong dan hilang, sangat membahayakan terutama bagi anak-anak yang bermain di area ini," ujarnya.
Ia mengingatkan kejadian tragis dua tahun lalu saat seorang bocah tercebur dan tewas karena minimnya pagar di area barat gedung.
Sementara itu I Kadek Candra,44 warga lainnya menambahkan keluhannya tentang kondisi pagar di area jogging track dan dalam gedung yang sudah rusak parah. "Penambalan sementara dengan bambu tidak cukup kuat, sangat berbahaya bagi anak-anak," katanya.
Menanggapi keluhan masyarakat, Kepala Dinas PUPRPKP Jembrana, I Wayan Sudiarta, mengakui bahwa master plan revitalisasi sebenarnya mencakup pembangunan pagar pengaman dan jembatan tambahan. Namun, realisasinya tertunda karena anggaran yang tidak disetujui pada APBD Perubahan 2024.
"Kami memiliki rencana untuk mengusulkan kembali anggaran sebesar 3,5 miliar pada APBD Perubahan 2025 untuk menyelesaikan pembangunan fasilitas yang belum terwujud," pungkas Sudiarta.(*)
Editor : I Dewa Gede Rastana