Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bagus Wirata, Awali Karir dari Cover Lagu, Ingin Lagu Bali  Tenar seperti Koplo Jawa, Berikut Kisahnya

I Putu Mardika • Minggu, 19 Januari 2025 | 20:08 WIB

Penyanyi Koplo Bali, Bagus Wirata bersama sang istri Erika Dewi
Penyanyi Koplo Bali, Bagus Wirata bersama sang istri Erika Dewi
BALIEXPRESS.ID-Nama Bagus Wirata mungkin sudah tidak asing lagi bagi para pecinta musik Bali. Sejak 2021, musisi asal Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng ini mulai mencuri perhatian publik melalui karya-karya yang selalu viral.

Dengan ciri khas ukulele dan hoa hoe, pria kelahiran tahun 1996 ini lagu Bali dengan koplo. Tentu saja, sajian baru ini menjadikannya salah satu musisi yang diperhitungkan di kancah musik Bali.

Perjalanan karier Bagus Wirata dimulai dari kanal YouTube baguswirata official, kala itu ia meng-cover lagu-lagu populer dari musisi Bali seperti Yan Srikandi, Panji Kuning, dan Mang Senior, hingga Raka Sidan.

Sebelum terkenal, Bagus Wirata memang sudah meniti jalan panjang di dunia musik. Pada 2016, ia membentuk band bernama Nobe (Nostalgia Bersama) dan merilis dua single, Tresna Bucu Telu dan Beli Pelih.

Namun, band tersebut tidak bertahan lama, dan pada 2019 ia memutuskan bersolo karier dengan merilis single Tresna Utama.

Baca Juga: Tradisi Nampyog di Desa Adat Calo, Tegallalang, Simbol Penyucian Diri

Rupanya, pandemi COVID-19 menjadi titik balik dalam hidup Bagus Wirata. Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia musik, ia bekerja sebagai Bellboy di Double Six Seminyak selama empat tahun.

Namun, pandemi Covid-19 menghentikan pekerjaannya, dan ia terpaksa pulang kampung. Dengan tabungan Rp 5 juta, ia memulai usaha kecil-kecilan dengan menjual sempol ayam bernama Sempol Ayam Wika. Nama Wika terinspirasi dari nama dirinya dan istrinya, Wirata dan Erika.

Menggunakan rombong sederhana, ia mulai berjualan sempol ayam di depan rumahnya di Desa Tamblang.

Tidak disangka, usahanya berkembang pesat, dan dalam tiga bulan, Bagus berhasil membuka 15 cabang di berbagai wilayah Buleleng seperti Kubutambahan, Tamblang, dan Sudaji.

Karena berkembang pesat, Ia pun juga mengembangkan usahanya menjadi franchise dengan harga Rp3 juta per mitra.

Baca Juga: Penggunaan APBD 2025, TAPD Badung Tekankan Prinsip Kehati-hatian

“Kebetulan teman dari singaraja ingin ikutan buka. Kemudian belajar franchise dari Google. Awalnya saya banderol Rp 3 juta. Bahan baku semua dari kami. Nah karena terus berkembang sekarang di kisaran Rp 7 juta,” katanya dikutip Podcast Ngobarr.

Sambil berjualan Sempol Ayam, Bagus Wirata sering memainkan ukulele di waktu senggang. Salah satu cover pertamanya, Pan Lara karya Anak Agung Raka Sidan, viral di media sosial, terutama TikTok.

Suaranya yang merdu dan aransemen sederhana dengan ukulele menarik perhatian banyak orang. Melihat antusiasme ini, ia mulai serius membuat konten musik secara rutin.

Pada Desember 2021, ia merilis single perdananya, Latihan Hati. Lagu tersebut menjadi tonggak awal karier profesionalnya di dunia musik.

Berbekal soundcard dan mikrofon sederhana seharga Rp200 ribu, Bagus Wirata merekam lagu-lagu dan mengunggahnya ke YouTube.

Meskipun awalnya hanya mendapatkan 5.000 views, baginya itu adalah pencapaian besar.

Demi meningkatkan kualitas produksinya, Bagus meminta dukungan dari istrinya untuk membeli alat rekaman seharga Rp7 juta.

Investasi tersebut membuahkan hasil, karena karya-karyanya mulai mendapatkan jutaan penonton di YouTube dan TikTok.

Salah satu lagu yang paling populer adalah Cinta Segitiga, sebuah lagu yang pernah ia rilis bersama Nobe pada masa SMA. “Begitu dirilis, langsung naik viewsnya,” sebutnya.

Baca Juga: Memahami Kenyataan, Kesimbangan Hidup dalam Hindu

Fans mulai mengenalnya sebagai pelopor musik koplo Bali, dengan sentuhan modern yang tetap menjaga kearifan lokal. Selain itu, Bagus dikenal sebagai musisi yang selalu membayar royalti kepada pencipta lagu asli yang ia cover, menunjukkan dedikasi dan etika profesionalnya.

Penampilan perdana Alumnus SMAN 1 Kubutambahan di panggung besar terjadi pada Desember 2021, saat ia tampil di konser NSD Fans Bali United di Danau Buyan, Buleleng.

Meski tampil sederhana dengan celana pendek dan sandal, antusiasme penonton luar biasa.

“Sekalian launching lagu perdana berjudul Latihan Hati. Malamnya tampil di acara Fans Bali United, luar biasa antusiasnya,” kenangnya.

Setelah itu, ia mulai diundang ke berbagai acara, termasuk Kesanga Fest, di mana ia tampil dengan band full player, menandai langkah baru dalam kariernya.

Disinggung terkait job dalam sebulan, Bagus Wirata mencatat rekor penampilan terbanyak dalam sebulan, yaitu 64 kali. Dalam satu hari, ia pernah tampil di lima lokasi berbeda, dari Kintamani hingga Nusa Dua. Meskipun melelahkan, pengalaman ini menunjukkan popularitasnya yang terus meningkat.

Baca Juga: Purnama Kapitu, Maknai Ajaran Sapta Timira

Salah satu hal unik dari perjalanan ayah dua orang anak ini adalah keberhasilannya menghidupkan kembali lagu-lagu Bali lama yang nyaris terlupakan.

Setelah di-cover olehnya, banyak anak muda Bali mulai mengenal dan menyukai lagu-lagu tersebut.

“Lagu berjudul Batur Kintamani dibuat 10 menit, hanya saja sempat kena dolar kuning, gara-gara di video ada adegan gantung diri. Kami take down videonya yang sudah 3 juta views,” jelasnya.

Suami Erika Dewi ini berharap karya-karyanya dapat membuat musik Bali dikenal lebih luas, seperti halnya lagu-lagu daerah dari Jawa yang mendunia meski liriknya tidak dipahami oleh semua orang.

Pelantun lagu Selem Badeng Mepipis ini berencana untuk terus berkarya dan mengembangkan musik Bali agar lebih modern tanpa kehilangan identitas lokal.

Ia ingin menjadi pionir musik koplo Bali yang bisa menembus kancah nasional.

Baca Juga: Palebon Jero Gede Batur Alitan Gunakan Pemereman Bade Tumpang Sembilan

Dengan semangat dan dedikasi, ia percaya musik Bali memiliki potensi besar untuk dikenal oleh masyarakat luas.

"Ingin lagu Bali seperti lagu Jawa. dikenal sampai nasional. Meskipun liriknya lagu jawa juga tidak banyak yang paham artinya. Tapi diterima," pungkasnya. (dik)

 

Editor : I Putu Mardika
#bali #Tamblang #BAGUS WIRATA #kubutambahan #ukulele #koplo #buleleng #cover