BALIEXPRESS.ID - Pemkab Badung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai memperbaiki kerusakan pedestrian di Pantai Kuta.
Perbaikan ini telah dimulai sejak 17 Januari 2025, namun terhenti akibat adanya gelombang pasang.
Perbaikan dengan memasang rarusan geobag dan bambu penyangga kembali dilakukan Minggu (19/1).
Baca Juga: Optimalkan Pasokan Air Ke Masyarakat, PDAM Badung Bangun Reservoir di Dalung
Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Badung, Anak Agung Rama Putra mengatakan, metode perbaikan yang digunakan masih sama seperti sebelumnya.
Pihaknya melakulan pemasangan geobag untuk menyangga pedestrian.
“Jumat (18/1), beton pada pedestrian kami turunkan terlebih dahulu, kemudian pada pukul 15.00 Wita, air kembali pasang. Jadi, pagi tadi kami melanjutkan pemasangan bambu penahan yang ditanam sedalam satu meter,” ujar Gung Rama, Minggu (19/1).
Selanjutnya, perbaikan dilakukan dengan memasang 500 geobag.
Setelah terpasang pedestrian pun dikembalikan ke posisi awal.
“Dengan metode ini, tampilan pedestrian tetap terlihat alami dan estetis,” ungkapnya.
Dalam perbaikan, Gung Rama mengaku, telah dikerjakan sepanjang 12 meter.
Sementara sisanya yang belum diperbaiki sepanjang 3 meter.
Rencananya perbaikan akan kembali dilanjutkan pada 20 Januari 2025.
“Seharusnya pengerjaan bisa selesai hari ini, tetapi terkendala oleh kondisi alam,” ucapnya.
Gung Rama melanjutkan, perbaikan pedestrian ini menjadi perhatian khusus Pemkab Badung.
Sesuai arahan Bupati Badung, Sekretaris Daerah (Sekda), dan Kepala Dinas PUPR, perbaikan harus segera diselesaikan agar tidak merusak citra pariwisata di kawasan Pantai Kuta.
Selain petugas dari Dinas PUPR, proses perbaikan ini juga melibatkan sinergi dengan para pedagang pantai yang turut membantu mengisi pasir ke dalam geobag.
“Mereka merasa memiliki tanggung jawab karena mendapatkan rezeki dari Pantai Kuta, sehingga ikut serta membantu perbaikan. Mereka dikerahkan oleh pengelola pantai,” imbuhnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga