BALIEXPRESS.ID-Media sosial beberapa hari belakangan sempat dibuat heboh dengan video sejumlah warga yang membongkar bahan untuk membuat rokok banten.
Secara mengejutkan rokok banten yang biasanya digunakan untuk sarana persembahyangan itu diduga dibuat dari sampah kering.
Baca Juga: Nyoman Parta Geram, Minta Imigrasi Segera Tindak Oknum WNA Jadi Sopir Ilegal di Bali
Terkait hal itu akademisi Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa pun buka suara.
Menurut Dr I Gde Sutarya banten adalah persembahan dari apa yang paling baik yang dimiliki umat.
Namun jika mempersembahkan sampah, itu jelas tidak sesuai dengan hakikat persembahan.
“Gita menyatakan persembahkan bunga, daun dan buah serta seteguk air maka persembahanmu aku terima,” jelasnya kepada Koran ini pada Senin (20/01/2025).
Lebih lanjut, pihaknya menyebut bahwa persembahan kepada Tuhan harus berasal dari yang hidup seperti bunga, daun, dan buah karena yang hidup punya energi atau prana untuk berkembang.
Dr I Gede menyebutkan bahwa mempersembahkan rokok sebagai salah satu sarana banten bukanlah hal yang salah.
Menurutnya ada persembahan dibagi menjadi tiga yakni persembahan satwika, persembahan rajasika dan persembahan tamasika.
“Persembahan kepada dewa tergolong Satwika menggunakan bunga, buah dan daun. Ada juga persembahan untuk butakala yang tergolong tamasika itu biasanya menggunakan rokok tetapi rokok yang bagus,” jelasnya.
Baca Juga: UPDATE! Korban Keempat Longsor di Desa Pikat Ditemukan Tertimbun Pohon Kakao
Dengan adanya video viral rokok banten yang diduga dibuat dari sampah kering, pihaknya menyarankan agar Umat Hindu lebih selektif dalam memilih rokok yang digunakan untuk mebanten.
“Belilah rokok yang bagus untuk persembahan,” jelasnya.
Sebelumnya, Sebuah video menjadi viral di media sosial yang memperlihatkan sejumlah warganet membongkar bahan yang digunakan membuat rokok banten.
Dalam video yang dibagikan oleh akun Facebook @Bu Gita di grup Info Badung, terlihat sejumlah wanita membuka isi dari lanjaran atau rokok banten.
Rokok berwarna putih tersebut biasanya digunakan oleh Umat Hindu untuk mebanten.
Namun yang mengejutkan, bahan yang digunakan untuk membuat rokok tersebut bukanlah tembakau.
Dalam video, saat dibuka satu per satu, rokok tersebut ternyata dibuat menggunakan sampah.
Baca Juga: VIRAL! WNA Jadi Sopir Tamu di Pelabuhan Sanur, Begini Tanggapan Imigrasi Denpasar
Sampah yang digunakan berupa kulit kedelai yang sudah kering.
“Mohon bagi yang memproduksi lanjaran/rokok banten sampunang sampah anggine nggih semeton. Niki ibu-ibu ring pasar Ten-Ten Sading lagi unboxing roko sami mengeluh,” tulis keterangan dalam video dikutip pada Jumat (17/01/2025).
Lebih lanjut, pedagang tersebut mengaku kecolongan karena selama ini mereka tidak sadar menjual rokok yang terbuat dari sampah.
“Ternyata selama ini kita kecolongan secara tidak sadar yang kita haturkan bukanlah rokok melainkan sampah,” tulis keterangan tersebut.
Editor : Wiwin Meliana