BALIEXPRESS.ID - Karangasem dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi adat dan tradisi.
Namun, Desa Ngis, Kecamatan Manggis, memunculkan sosok pemimpin muda yang berhasil mencetak sejarah.
Dialah I Ketut Catur Mertayasa, perbekel termuda di Kabupaten Karangasem.
Ketut Catur dilantik sebagai Perbekel Desa Ngis pada tahun 2022 saat usianya baru menginjak 30 tahun.
Kini, di usianya yang ke-32, ia telah menjalani dua tahun masa jabatan dengan berbagai prestasi dan tantangan.
Dalam wawancara bersama Bali Express (Jawa Pos Group), pria yang akrab disapa Tut Kapal ini bercerita bahwa pencalonannya sebagai perbekel tidak lepas dari dorongan masyarakat.
“Masyarakat percaya saya bisa menjadi penyambung aspirasi mereka ke Pemerintah Kabupaten Karangasem. Sejak dulu, saya aktif dalam berbagai organisasi,” ungkapnya.
Proses pencalonannya sebagai perbekel tidaklah mudah. Selain bersaing dengan petahana, ia juga harus menghadapi calon baru lainnya.
“Astungkara, berkat dukungan masyarakat dan restu alam, saya bisa terpilih,” tuturnya penuh syukur.
Sebagai pemimpin, bapak dua anak ini berkomitmen untuk menjaga kebudayaan lokal di tengah arus globalisasi.
Selain itu, ia menargetkan pembangunan desa yang berkualitas dan berkelanjutan. “Saya akan melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” tegasnya.
Ketut Catur memiliki kisah hidup yang inspiratif. Pria kelahiran 24 Oktober 1992 ini tumbuh dalam kondisi penuh keterbatasan.
Ayahnya, yang memiliki disabilitas, meninggal dunia saat ia masih duduk di kelas 1 SMK.
Sejak kecil, ia mengandalkan beasiswa untuk menyelesaikan pendidikannya.
“Ayah saya meninggal saat saya baru masuk kelas 10,” kenangnya, alumni SMK Negeri 1 Manggis.
Berkat tekad dan semangatnya, Ketut Catur berhasil mengubah tantangan menjadi peluang.
Kini ia membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk menjadi pemimpin yang berdedikasi dan visioner. (*)
Editor : Nyoman Suarna