Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Amor ing Acintya! Bayi Arunika Ditemukan di Guliang Kangin Bangli Meninggal Dunia, Oka Darsana: Prosesnya Sangat Cepat

I Made Mertawan • Senin, 20 Januari 2025 | 23:35 WIB
Bayi peremuan ditemukan di sebuha garasi di wilayah Banjar Guliang Kangin, Desa Tamanbali, Bangli pada Senin (13/1/2025).
Bayi peremuan ditemukan di sebuha garasi di wilayah Banjar Guliang Kangin, Desa Tamanbali, Bangli pada Senin (13/1/2025).

BALIEXPRESS.ID- Bayi yang ditemukan di garasi warga, Banjar Guliang Kawan, Desa Tamanbali, Kabupaten Bangli, Bali, meninggal dunia pada Minggu (19/1/2025) malam.

Bayi perempuan tersebut menghembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di RSUD Bangli.

“Prosesnya sangat cepat,” ujar Direktur RSUD Bangli, dr. I Dewa Gede Oka Darsana, Sp.An, Senin (20/1/2025).

Baca Juga: Penuturan Teman Korban Longsor di Ubung Kaja, Edi: Ada yang Teriak, Kepalanya Tertutup Seng

Oka Darsana menjelaskan bahwa sejak mendapatkan perawatan di RSUD Bangli, kondisi bayi yang diberi nama Arunika oleh pihak rumah sakit sebenarnya sempat menunjukkan perbaikan.

“Pukul 18.00 masih bagus. Suhu tubuh normal, kulit kemerahan, dan tangisnya bagus,” tuturnya.

Namun, kondisi Arunika mulai menurun drastis sekitar pukul 20.00 Wita hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia 1,5 jam kemudian.

Baca Juga: BUKAN SIHIR! Viral Toyota Avanza Tanpa Sopir Melaju di Jalan Tol, Tabrak Pesepeda: Ini Kronologi dan Dugaan Penyebabnya

Oka Darsana mengungkapkan bahwa bayi Arunika meninggal disebabkan oleh kondisi berisiko tinggi.

Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa bayi tersebut lahir prematur dengan berat badan yang sangat rendah, yakni hanya 1.450 gram.

Normalnya, berat badan lebih dari 2,5 kilogram,” jelas dokter asal Desa Sulahan, Kecamatan Susut, Bangli ini.

Baca Juga: Sosok I Ketut Catur Mertayasa: Perbekel Termuda di Karangasem, Ternyata Punya Perjalanan Hidup Mengharukan dari Orangtua Disabilitas

Selain itu, bayi Arunika juga berisiko tinggi mengalami infeksi. Selain karena lahir prematur, pemotongan tali pusarnya tidak dilakukan dengan cara yang steril.

Saat pertama kali ditemukan, tali pusar bayi diikat dengan tali rafia tanpa pembungkus kasa.

“Itu kan infeksi tinggi sekali, kemudian ditaruh di tanah,” jelas Oka Darsana.

Untuk sementara, jenazah dititipkan di ruang jenazah RSUD Bangli. Pihak RSUD Bangli juga sudah koordinasi dengan Polres Bangli karena kasus penemuan bayi itu masih dalam perawatan.

“Kami juga koordinasi dengan Dinas Sosial sebagai penanggung jawab karena kami ranahnya merawat,” tandas Oka Darsana.

Baca Juga: Kisah Hidup Patrick Kluivert: Dari Final Liga Champions 1995, Kecelakaan Maut hingga Jadi Pelatih Timnas Indonesia dan Darah Suriname

Seperti diketahui, bayi tersebut ditemukan pada Senin (13/1/2025). Hingga kini, Satreskrim Polres Bangli masih menyelidiki pelaku yang tega membuang bayi malang tersebut.

Bayi itu pertama kali ditemukan oleh I Gusti Made Putra,55, dan Ni Luh Suartini,40, sekitar pukul 17.00 Wita.  

Saat itu, mereka baru saja selesai mengerjakan proyek di Pura Tirtaharum.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Mitsubishi Expander Berisi 8 Orang yang Tercebur Sungai

Keduanya bermaksud mengambil sepeda motor yang diparkir di garasi milik Pak Made, yang terletak di pinggir Jalan Bangli-Gianyar.

Ketika itu, mereka mendengar suara tangisan bayi. Setelah diperiksa, mereka menemukan seorang bayi tergeletak di lantai depan mobil yang sedang terparkir. Bayi tersebut mengenakan baju dan selimut bayi.

Penemuan bayi itu langsung menggegerkan warga sekitar. Warga Guliang Kangin, I Ketut Darmaja, bersama istri dan seorang lainnya segera membawa bayi tersebut ke RSUD Bangli untuk mendapatkan perawatan. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#RSUD Bangli #bangli #penemuan bayi