SINGARAJA, BALI EXPRESS - Pria kelahiran Seririt, 5 Desember 1979, ini memiliki perjalanan hidup yang penuh warna. Gede Suardana, mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng periode 2013–2018, kini dikenal sebagai figur yang inspiratif, baik di dunia politik maupun dunia usaha.
Dengan latar belakang pendidikan S-3 dari Universitas Udayana, ia membuktikan bahwa tekad dan kerja keras mampu membawanya melintasi berbagai peran, dari penyelenggara pemilu, pengusaha, hingga akademisi.
Sebelum terjun ke dunia politik, Gede sempat menjalani karier sebagai jurnalis. Pengalaman ini memperkaya wawasan dan empatinya terhadap berbagai isu masyarakat.
Kemampuannya dalam menyampaikan informasi dengan jujur dan tajam menjadi bekal penting saat ia memimpin KPU Buleleng selama lima tahun. Dalam peran itu, ia menjadi figur yang dipercaya menjaga keberlangsungan demokrasi di daerahnya.
Selama lima tahun memimpin KPU Buleleng, Gede menjadi salah satu tokoh penting di balik kesuksesan penyelenggaraan pesta demokrasi di daerah tersebut. Setelah menyelesaikan masa baktinya, Gede memutuskan untuk membuka usaha. Menjual buah segar dengan kualitas baik dan jus buah menjadi pilihannya.
Sembari melayani pelanggannya, ia kerap menyuarakan suara rakyat. Lewat platform media sosial seperti facebook, Instagram hingga tiktok probadinya dipenuhi dengan pesan-pesan dukungan. Terutama untuk SMAN Bali Mandara yang saat itu berubah sistem dari sekolah berasrama menjadi sekolah reguler.
“Itu salah satu keresahan yang tidak hanya saya alami, tapi juga dialami banyak orang. Saya hanya melakukan apa yang saya mampu,” kata dia, Jumat (24/1).
Pada Pemilu 2024, ia mencoba peruntungan dengan mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Hasilnya cukup membanggakan, ia berhasil meraih 50.096 suara—capaian yang menunjukkan besarnya dukungan masyarakat atas kiprahnya.
Baca Juga: Sugawa Inginkan Kemenangan yang Elegan, Suardana yakin Masyarakat Inginkan Perubahan
Keinginannya untuk terus mengabdi bagi masyarakat juga tampak ketika ia maju sebagai calon Wakil Bupati Buleleng mendampingi Nyoman Sugawa Korry pada Pilkada Serentak 2024.
Sayangnya, langkahnya kali ini belum membuahkan hasil. Meski begitu, kegagalan ini tidak membuatnya patah arang. Gede kembali ke dunia bisnis yang telah dirintisnya, yaitu usaha buah segar dan jus. Usaha ini bahkan membuatnya mendapat julukan “si penjual jus” dari masyarakat sekitar.
Di toko buahnya, Gede tak hanya menjual produk berkualitas, tetapi juga menciptakan ruang interaksi bagi warga sekitar. Dengan senyum ramahnya, ia melayani pelanggan, menjadikan usahanya tak sekadar bisnis, tetapi juga simbol kehangatan dan keberlanjutan.
“Berjualan itu salah satu cara untuk berinteraksi dengan masyarakat juga. Untuk dekat dengan masyarakat tidak mesti harus jadi pejabat dulu,” kata dia.
Selain sibuk dengan usahanya, Gede juga berkontribusi di dunia akademik. Ia mengabdikan diri sebagai salah satu pengajar di Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Bali, tempat ia berbagi ilmu dan pengalaman kepada generasi muda. Kiprahnya juga terlihat di berbagai organisasi.
Ia pernah menjabat Ketua PC Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Buleleng periode 2000–2002 dan kini menjabat Wakil Ketua Umum DPP Persadha Nusantara.
Dibesarkan di panti asuhan, Gede mengenal kehidupan yang keras sejak dini. Namun, ia tak pernah melihat masa lalunya sebagai hambatan. Justru, pengalaman itu membentuk pribadinya yang rendah hati dan ramah. Sikap humble ini membuatnya mudah bergaul dengan siapa saja, dari masyarakat biasa hingga tokoh penting.
Gede Suardana adalah gambaran sosok yang tak pernah menyerah menghadapi tantangan. Dari pengabdiannya di dunia demokrasi, keberaniannya maju di arena politik, hingga kegigihannya membangun bisnis, semua menunjukkan semangat pantang menyerah. Ia adalah contoh nyata bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan awal untuk bangkit lebih kuat.
Dengan langkah mantap, Gede terus melangkah, baik di jalur usaha, pendidikan, maupun pengabdian. Bagi masyarakat Buleleng, “si penjual jus” ini bukan hanya pebisnis biasa, tetapi juga simbol harapan dan inspirasi.
BERIKUT BIODATA LENGKAP GEDE SUARDANA
Nama : Gede Suardana
Tempat/tanggal lahir : Seririt, 5 Desember 1979
Usia : 46 tahun
Zodiac : Sagitarius
Pekerjaan : Mengajar, pengusaha
Hobi : Bercerita
Instagram : @gedesuardana1979
Facebook : Gde Suardana
Tiktok : @gedesuardana__
Editor : Dian Suryantini