Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Hasil Penelurusan 6 Jam Sebelum Agus Aditya Tewas Ungkap Cerita Dibalik Pengeroyokan Maut Bali: Kapolres Beber Identitas Tiga Pelaku Pembunuhan

I Putu Suyatra • Sabtu, 25 Januari 2025 | 00:59 WIB
GEGARA MABUK SEMUA: Tiga pembunuh Made Agus Aditya, berbaju tahanan, ditahan di Mapolres Gianyar. (Foto IB Indra Prasetia/Radar Bali)
GEGARA MABUK SEMUA: Tiga pembunuh Made Agus Aditya, berbaju tahanan, ditahan di Mapolres Gianyar. (Foto IB Indra Prasetia/Radar Bali)

BALIEXPRESS.ID - Tiga pelaku pengeroyokan yang menyebabkan tewasnya seorang pemuda asal Gianyar, Bali, I Made Agus Aditya (26) akhirnya berhasil diringkus oleh jajaran Polres Gianyar.

Ketiganya, yakni Putu Sudarsana (27) asal Abiansemal, Komang Indrajita (27) asal Blahbatuh, dan I Made Tole Yulianto (29) asal Blahbatuh, kini mendekam di tahanan.

Penangkapan mereka dilakukan di lokasi berbeda setelah aksi brutal yang terjadi pada Jumat (17/1/2025) dini hari.

Kronologi Penangkapan

Kapolres Gianyar, AKBP Umar, dalam konferensi pers bersama Kasat Reskrim AKP Gananta, mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari temuan jasad Agus Aditya yang tergeletak di Jalan Raya Tojan pada pukul 03.49 WITA.

"Kami segera membentuk tim untuk memburu pelaku dengan memeriksa saksi-saksi dan menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian," ujar AKBP Umar dalam rilis pers di Mapolres Gianyar, Kamis (23/1/2025).

Upaya polisi membuahkan hasil. Pelaku pertama, Komang Indrajita, ditangkap di wilayah Blahbatuh pada Senin (20/1/2025).

Di hari yang sama, pelaku kedua, Made Tole Yulianto, dibekuk di Ubud.

Kemudian pada Selasa (21/1/2025), giliran Putu Sudarsana yang ditangkap.

Meski telah meringkus tiga tersangka, polisi masih memburu pelaku lainnya yang diduga terlibat dalam insiden mematikan ini.

Kejadian Bermula dari Alkohol dan Cekcok

AKBP Umar menjelaskan bahwa baik korban maupun para pelaku berada dalam pengaruh alkohol saat insiden terjadi.

"Enam jam sebelum kejadian, korban dan pelaku sama-sama mengonsumsi minuman keras di lokasi berbeda," ungkapnya.

Korban Agus Aditya diketahui sempat minum bersama teman-temannya di depan Indomaret, lalu melanjutkan ke Kafe EJ dan terakhir ke Kafe Junior sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.

Di sisi lain, ketiga pelaku juga menggelar pesta minuman keras di wilayah Tojan antara pukul 20.00-23.00 WITA.

Setelah mengantar salah satu temannya yang mabuk berat pulang ke Pering, ketiga tersangka melintasi Jalan Raya Tojan dan tanpa sengaja bertemu dengan korban.

Pertemuan itu berujung pada serempetan kendaraan yang memicu cekcok hebat.

Pengeroyokan Brutal dengan Gunting

Menurut rekaman CCTV, perkelahian tidak seimbang itu terjadi di lokasi kejadian.

"Perkelahian ini tidak seimbang, karena korban dikeroyok tiga orang pelaku," jelas AKBP Umar.

Dalam kondisi mabuk, salah satu pelaku, Made Tole, mengeluarkan gunting dari bawah jok motor dan menyerang korban secara brutal.

Agus Aditya diserang bertubi-tubi hingga akhirnya tumbang di tempat kejadian. Dalam rekaman CCTV, korban sempat berteriak, "De main keroyok!" sebelum akhirnya jatuh bersimbah darah di Jalan Raya Tojan.

Fakta Mengejutkan dari Penyelidikan

Hasil penyelidikan lebih lanjut menunjukkan bahwa korban dan para pelaku tidak saling mengenal sebelumnya.

"Mereka bahkan sempat bertanya, ‘Siapa kamu?’ saat perkelahian berlangsung," ungkap AKBP Umar.

Hal ini menunjukkan bahwa tragedi ini murni terjadi akibat pengaruh alkohol dan emosi sesaat.

Dengan tertangkapnya tiga tersangka, polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengejar pelaku lain yang terlibat dalam pengeroyokan mematikan ini. *** 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #pembunuhan #I Made Agus Aditya #alkohol #gianyar #mabuk