Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Musim Hujan Belum Berakhir, BPBD Tabanan Petakan 10 Desa Rawan Longsor untuk Antisipasi Bencana

IGA Kusuma Yoni • Sabtu, 25 Januari 2025 | 14:05 WIB
Bencana longsor yang terjadi di Kabupaten Tabanan.
Bencana longsor yang terjadi di Kabupaten Tabanan.

BALIEXPRESS.ID- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan melakukan pemetaan wilayah yang rawan bencana.

Pemetaan ini penting untuk mengantisipasi resiko bencana yang fatal di Kabupaten Tabanan.

Dari hasil pemetaan tersebut, Kepala BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri menyatakan terdapat 10 desa di empat kecamatan di Kabupaten Tabanan yang rawan mengalami bencana longsor karena topografi yang berupa perbukitan dan dataran tinggi.

“Dari hasil pemetaan yang kami lakukan, terdata 10 desa yang berpotensi mengalami bencana longsor. Untuk itu, kami sudah memberikan peringatan kepada masyarakat yang ada di 10 desa tersebut,” jelasnya Jumat (24/1/2025).

Adapun 10 desa di Tabanan yang rawan longsor itu adalah, di kecamatan Pupuan, di Desa Pupuan, Pujungan dan  Sanda.

Di Kecamatan Penebel ada dua desa yang dinyatakan rawan longsor yakni di Desa Mangesta dan Jatiluwih.

Selanjutnya adalah di Kecamatan Baturiti, tercatat ada empat desa rawan longsor, seperti Desa Perean Kangin, Baturiti, Perean dan Antapan.

Untuk di Kecamatan Marga desa yang rawan longsong adalah Desa Tua.

Selain karena topografi dari 10 desa tersebut, Srinadha Giri menyebutkan kondisi tanah di 10 Desa tersebut juga sangat berpengaruh.

Kesepuluh desa tersebut memiliki kontur tanah yang tidak stabil dan juga disebabkan oleh berkurangnya Kawasan hutan hijau yang berfungsi sebagai penyerap air.

“Untuk kewaspadaan masyarakat, kami sudah mengedarkan surat imbauan ke kantor camat setempat. Surat imbauan sudah disebar sebulan lalu  dan telah diteruskan ke desa-desa,” lanjutnya.

Selain itu, Srinadha Giri juga  mengimbau kepada masyarakat dalam jangka panjang tidak menebang pohon di wilayah tersebut agar nantinya tanah tidak bergeser.

Harapannya warga masyarakat bisa menjaga lingkungannya masing-masing. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #musim hujan #tabanan