BALIEXPRESS.ID-Usai video sembahyang menggunakan foto Kwangen viral, pengunggah dan pemuda yang berada di dalamnya pun memberi klarifikasi.
Baca Juga: KLARIFIKASI! Soal Pemuda Sembahyang dengan Foto Kwangen, PHDI Sungai Loban Buka Suara
Dalam klarifikasinya melalui akun PHDI Kecamatan Sungai Loban, lokasi kejadian dugaan pelecehan tersebut terjadi di sebuah pura di Kalimatan Selatan.
Ketiga pemuda tersebut akhirnya meminta maaf atas video yang melukai hati banyak umat Hindu tersebut.
Baca Juga: Ternyata Ini Manfaat Pelaksanaan Brata Malam Siwaratri
Salah satu pemuda yang terlibat dalam video viral tersebut, I Gusti Nyoman Giriadi memohon maaf sebesar-besarnya kepada tokoh masyarakat Umat Hindu yang ada di Nusantara.
“Kepada Jaringan Hindu Nusantara dan PHDI dan seluruh umat Hindu,” jelas pemuda tersebut dikutip pada Selasa (28/01/2025).
Pemuda tersebut menyadari kesalahan yang ia perbuat.
Ia juga mengaku tidak ada berniat dan maksud untuk melecehkan agamanya sendiri.
“Setelah video klarifikasi ini saya buat, saya berjanji tidak mengulangi kesalahan yang saya buat,” jelasnya.
Sementara itu si pengunggah video Nyoman Yogi Andana dengan akun Tiktok @Kopit386 pun turut menyampaikan permohonan maafnya.
“Dengan segala kerendahan hati saya, saya meminta maaf kepada Jaringan Hindu Nusantara, PHDI dan seluruh umat Hindu di Indonesia atas viralnya video yang beredar di sosial media,” jelasnya.
Sementara itu,
Ketua PHDI Kecamatan Sungai Loban menyesalkan perbuatan anak-anak muda tersebut.
Namun pihaknya percaya bahwa tindakan tersebut tidak bermaksud untuk melecehkan agamanya sendiri.
Baca Juga: Puluhan Mahasiswa Ngayah Ngulat Kelangsah, STAHN Mpu Kuturan Bersiap Nyangra Pujawali Bhakti Penerus
“Atas mediasi yang sudah kami lakukan dengan ketiga anak muda ini, mereka benar-benar mengaku khilaf, benar-benar alpaka, dan mereka sebenarnya tidak ada niat buruk untuk melecehkan,” jelas Ketua PHDI Kecamatan Sungai Loban, diktip pada Selasa (28/01/2025).
Editor : Wiwin Meliana