Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Hasil Otopsi Pastikan Mantan Bupati Jembrana Tewas Dibunuh, Soal Pelaku Polisi Bilang Begini

I Gede Paramasutha • Rabu, 29 Januari 2025 | 18:05 WIB
Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Laurens Rajamangapul Heselo (baju putih) didampingi Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi. (Bali Express/Istimewa)
Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Laurens Rajamangapul Heselo (baju putih) didampingi Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi. (Bali Express/Istimewa)

BALIEXPRESS.ID - Masih ingat kasus mantan Bupati Jembrana Ida Bagus Ardana, 84, dan istrinya AA Sri Wulan Trisna, 64, yang ditemukan tewas di rumahnya, Kawasan Sesetan, Denpasar?

Lima bulan lebih telah berlalu sejak jasad mantan Bupati Jembrana itu ditemukan pada 8 Agustus 2024. Berbagai rangkaian penyelidikan pun dilakukan jajaran polisi, mulai dari Polsek Denpasar Selatan, Polresta Denpasar, hingga Polda Bali.

Hanya saja, sampai kini kematian pasangan suami istri itu masih menyisakan banyak misteri. Baru-baru ini, Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Laurens Rajamangapul Haselo memastikan bahwa keduanya tewas karena dibunuh.

"Kalau untuk pembunuhan itu sudah pasti karena dari hasil autopsi itu pembunuhan," tuturnya, Rabu 29 Januari 2025.

Namun, siapa pelaku pembunuhan ini belum bisa pihaknya tentukan. Begitu juga motif dibalik tindakan menghilangkan nyawa tersebut juga belum bisa dipastikan. 

Oleh karena itu, pihaknya tidak mau berspekulasi ataupun berandai-andai soal kedua korban dibunuh oleh orang terdekat atau orang lain.

Alasan dari masalah yang ada saat ini adalah kurangnya alat bukti yang mengarahkan ke pelaku.

"Motifnya ini apakah masalah harta, atau mungkin masalah antara keluarga atau mungkin orang lain yang mungkin masuk ke dalam, itu yang belum kami dapatkan karena semua berupa petunjuk," imbuhnya.

Kesimpulan penyebab kematian korban masih berdasarkan petunjuk-petunjuk yang ditemukan penyidik. 

Sedangkan, petunjuk-petunjuk ini belum bisa dijadikan kekuatan sebagai barang bukti menentukan status seseorang.

Menurut keyakinan pihaknya yang memakai kaca mata penyidik, perlu mengumpulkan petunjuk-petunjuk lain yang bisa dinaikkan menjadi dua alat bukti.

Diberitakan sebelumnya, Ida Bagus Ardana dan istrinya A Sri Wulan Trisna ditemukan tak bernyawa di rumahnya, Lingkungan Karya Darma, Sesetan, Denpasar Selatan pada 8 Agustus 2024.

Menantu korban awalnya hendak berkunjung ke rumah mereka.

Tapi didapati pintu dalam keadaan dikunci dan pekarangan rumah banyak sampah, seperti tak pernah dibersihkan.

Saat memanjat tembok untuk masuk, ternyata sampai di teras tercium bau busuk.

Sehingga, hal ini dilaporkan ke Kepala Lingkungan Karya Darma Putu Gede Igar Bramandika.

Saat dicek bersama-sama dengan membuka paksa pintu, tak disangka Ida Bagus Ardana didapati sudah tergeletak meninggal dunia di bagian dapur.

Sedangkan, sang istri ditemukan meninggal di atas tempat tidur dalam kamar.

Mereka diduga meninggal tiga sampai lima hari sebelumnya.

Hasil Otopsi menunjukan Ida Bagus Ardana tewas akibat kekerasan benda tumpul, sedangkan Sri Wulan kekerasan benda tumpul dan dibekap oleh seseorang. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
#tewas #dibunuh #mantan bupati jembrana #Polisi