BALIEXPRESS.ID - Kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kondisi jalan yang rusak di musim hujan menjadi masalah yang sama hampir di seluruh Kabupaten di Bali, tidak terkecuali di kabupaten Tabanan.
Terkait kondisi jalan rusak yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas, salah satunya seperti yang terjadi di Pejaten-Bedha, Banjar Pangkung, Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, Tabanan hingga mengakibatkan WNA Calvi, 70, asal Perancis yang terjatuh dari sepeda motor hingga ke jurang.
Kepala Dinas Dinas Pengerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Tabanan, I Made Dedy Darmasaputra, menyatakan pihaknya akan melakukan pemantauan terlebih dahulu dengan melibatkan tim PUPRPKP Kabupaten Tabanan.
"Terkait jalan rusak yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas ini, kami akan melakukan pemantauan terlebih dahulu dan menurunkan tim untuk segera untuk melaksanakan tindak lanjut," jelas Dedy.
Sementara itu, terkait kondisi jalan rusak di Kabupaten Tabanan, Dedy menyatakan jika di tahun 2025 perbaikan jalan di Tabanan tetap menjadi prioritas.
Saat ini di Kabupaten Tabanan total jalan yang masih mengalami kerusakan sepanjang 35 kilometer yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Tabanan, seperti di Kecamatan Marga, Penebel, Selemadeg Timur dan Selemadeg Barat.
“Untuk di Kabupaten Tabanan saat ini ruas jalan rusak masih sekitar 4 persen dari total Panjang jalan, atau sekitar 35 kilometer. Untuk perbaikannya kami di Pemkab Tabanan menyiapkan dana sekitar Rp 54 miliar,” urainya.
Dilanjutkan Dedy, pengerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas jalan yang lebih baik. Ia menyampaikan, setidaknya ruas jalan yang ditingkatkan tahun 2025 bisa mencapai target sepanjang 19,3 kilometer, tepatnya di ruas jalan Kabupaten.
Selain pemeliharaan rutin dan berkala, sedangkan untuk proyek peningkatan kualitas jalan ditargetkan sepanjang 19,3 kilometer. Peningkatan kualitas ini, juga meliputi penambalan jalan yang berlubang di beberapa titik yang terpantau mengganggu pengguna jalan.
“Untuk perbaikan rutin atau penambalan jalan yang berlubang sifatnya situasional, karena itu kami prioritaskan jalan poros yang ada di Kabupaten Tabanan,” ungkapnya. (*)