BALIEXPRESS.ID- Satpol PP Tabanan melakukan penertiban menyikapi keluhan masyarakat tentang keberadaan anak punk yang menjadi pengamen di beberapa titik di Kabupaten Tabanan.
Kepala Satpol PP Tabanan I Gede Sukanada mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembinaan kepada para pengamen punk dan badut di beberapa titik di Kota Tabanan maupun ruas kecamatan.
"Kami sudah melakukan pembinaan dan berkoordinasi dengan pihak desa maupun kepolisian dalam penanganan anak punk yang menjadi pengamen di beberapa titik di Kabupaten Tabanan,” ungkap Sukanada pada Rabu (29/1/2025).
Berdasarkan laporan yang diterima Satpol PP, beberapa titik rawan yang sering dijadikan lokasi operasional anak punk sebagai pengamen antara lain, lampu merah di Desa Gubug hingga perempatan Gerokgak, kawasan Kota Tabanan sekitar patung Adipura dan Terminal Pesiapan Tabanan.
Menurut Sukadana, kawasan tersebut memang sering menjadi tempat mangkal para anak punk ini, karena titik-titik tersebut merupakan jalur antarprovinsi, yang merupakan jalur utama lalu lintas kendaraan Jawa-Bali.
Diakuinya para anak punk dan pengamen ini terus berdatangan meskipun upaya yang pembinaan hingga koordinasi dengan pihak setempat sudah dilakukan.
Satpol PP juga rutin melakukan patroli, baik siang maupun malam hari.
“Tidak hanya ke perangkat desa dan pihak kepolisian dalam pencegahan ini. Dinas Sosial juga diajak berkoordinasi untuk mencegah banyaknya pengamen di lapangan. Untuk patrol kami sudah lakukan rutin,” lanjutnya,
Adapun bentuk koordinasi yang dilakukan adalah memulangkan memulangkan para pengamen ini secara paksa.
Selain itu, pihaknya juga melakukan upaya pembinaan dan penindakan tegas bagi para pengamen atau anak punk yang melanggar.
Diakuinya, penindakan dan pembinaan juga sudah dilakukan sejak akhir tahun 2024 dan awal 2025.
Namun karena kondisi geografis Kabupaten Tabanan yang merupakan akses utama pintu keluar masuk khususnya Bali-Jawa, sehingga memudahkan pengamen berada di Kabupaten Tabanan.
"Sejak akhir tahun 2024 dan awal tahun, kami melakukan pembinaan dan penyisiran, tapi karena Tabanan kan akses jalan trans nasional, maka keberadaan mereka sulit untuk dihilangkan,” tambahnya. (*)
Editor : I Made Mertawan