BALIEXPRESS.ID- Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli memasang sejumlah banner di area Bangli Sport Center.
Pemasangan ini untuk mempertegas bahwa kawasan tersebut belum dibuka untuk umum.
Kepala Disdikpora Bangli I Komang Pariartha mengakui bahwa pembangunan tahap pertama Bangli Sport Center memang telah rampung pada Desember 2024.
Salah satu fasilitas yang sudah dibangun adalah lapangan sepak bola, namun hingga kini belum bisa dimanfaatkan masyarakat karena masih dalam masa pemeliharaan oleh pelaksana proyek.
Rumput di lapangan sepak bola belum tumbuh dengan baik.
Selain itu, aspek keamanan juga menjadi pertimbangan fasilitas ini belum dibuka.
Hingga kini, belum ada pengelola resmi yang bertanggung jawab atas operasional Bangli Sport Center.
“Kami masih menyelesaikan beberapa detail, seperti pengamanan lintasan lari, agar fasilitas ini benar-benar siap digunakan," jelas Pariartha pada Kamis (30/1/2025).
Meskipun belum dibuka, banyak warga sudah mulai beraktivitas di kawasan tersebut, baik untuk jogging maupun sekadar berkunjung.
Oleh karena itu, Disdikpora memasang banner imbauan agar masyarakat tidak menggunakan fasilitas sebelum masa pemeliharaan selesai.
Bangli Sport Center diperkirakan baru akan dibuka untuk umum pada Juni mendatang.
Pariartha berharap masyarakat bersabar hingga fasilitas siap sepenuhnya.
Seperti diketahui, Pemkab Bangli merancang pembangunan Bangli Sport Center secara bertahap karena anggaran yang dibutuhkan cukup besar, yakni sekitar Rp650 miliar.
Biaya tersebut mencakup pembangunan berbagai fasilitas olahraga dan sarana pendukung.
Sport center yang berlokasi di Kota Bangli ini dirancang dengan standar internasional.
Belakangan, Pemkab Bangli berencana menyerahkan aset Bangli Sport Center kepada Pemprov Bali.
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengaku telah berdiskusi dengan Gubernur Bali terpilih, Wayan Koster, terkait rencana tersebut.
Sedana Arta menegaskan, langkah ini diambil demi pemerataan pembangunan di Bangli selama masa kepemimpinannya.
“Harapan kami ke depan, pembangunan sport center ini dapat dilanjutkan oleh Provinsi Bali, sehingga APBD Bangli tidak perlu lagi dialokasikan untuk proyek ini,” jelasnya saat ditemui Kamis (9/1). (*)
Editor : I Made Mertawan