Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sebut Pagar Laut di Serangan untuk Keamanan, Akun Medsos Tantowi Yahya Diserbu Warganet

Wiwin Meliana • Jumat, 31 Januari 2025 | 15:33 WIB

Soal Pagar Laut di Serangan, Tantowi Sebut Untuk Keamanan
Soal Pagar Laut di Serangan, Tantowi Sebut Untuk Keamanan

BALIEXPRESS.ID- Akun media sosial Presiden Komisaris Kura-Kura Bali, Tantowi Yahya diserbut warganet.

Ini usai pernyataan mantan pembawa acara kondang itu yang menyebut bahwa pembatas laut dengan pelampung di Serangan Bali untuk alasan keamanan.

Diketahui, Polemik di Pulau Serangan kembali mencuat karena munculnya berbagai masalah dengan PT. Bali Turtle Island Development (BTID).

Baca Juga: Soal Pagar Laut di Serangan, Tantowi Sebut Untuk Keamanan, Nelayan Wajib Pakai Rompi dan Tanda Pengenal

Dari perubahan nama di peta, nama jalan menjadi Kura-Kura Bali, serta pemasangan pagar pelampung di laut. 

Terkait hal itu, manajemen KEK Kura-Kura Bali, sejumlah Dewan dan warga melakukan pertemuan untuk mencari solusi dari persoalan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Tantow Yahya memamparkan alasan melakukan pembatasan dengan memasang pagar pelampung di laut.

Menurutnya, pemasangan pelampung di laut dilakukan untuk menjaga keamanan wilayah tersebut, mengingat sebelumnya pernah terjadi penumpukan bahan bakar minyak (BBM) liar yang disembunyikan di laut.

Baca Juga: Lauk Serangga di Menu Makan Gratis? Ide Berani yang Picu Pro Kontra! Berikut Beberapa Faktanya

 “Pengalaman kami bahwa di lautan pernah ada penumpukan BBM liar ditaruh di sana. Kan tersembunyi. Yang dijaga security di akses masuk di luar itu tidak. Di sana pengamanan sebenarnya supaya tidak terjadi kasus serupa,” ungkap Tantowi saat bertemu dengan sejumlah anggota legislatif dan warga Serangan pada Kamis (30/01/2025).

Selain itu, Tantowi menambahkan bahwa pelampung tersebut baru-baru ini dipasang dan bertujuan untuk mencegah masalah lebih besar seperti peredaran narkoba dan barang terlarang lainnya.

 Ia juga menegaskan bahwa meskipun ada pembatasan, nelayan tetap diberikan akses untuk melaut, meski dengan beberapa aturan.

 “Nelayan diwajibkan memakai tanda pengenal dan rompi jika ingin melaut di Pantai Serangan. Itu hanya sebagai penanda untuk memudahkan untuk memonitor,” ujarnya.

Sontak saja, pernyataan tersebut membuat akun Instagramnya @tantowiyahyaofficial diserbu  warganet.

Baca Juga: Kronologi Ibu Rumah Tangga Tewas di Tempat dalam Kecelakaan Maut: Tak Pakai Helm dan Tak Bawa SIM

Pada unggahan terakhirnya yang diunggah pada Rabu (29/01/2025), unggahan Tantowi Yahya dibanjiri ungkapan kekecewaan warganet.

“Halo Tantowi, sejak kapan PT anda bisa kuasai laut? Masalah merubah nama jalan, bikin rusuh aja perusahaan anda ke Bali, hati-hati alam Bali sangat sakral, jangan sampai keturunan anda kena apa yang anda telah perbuat,” tulis akun @adikomangbo.

“Oh ini toh yang ngerubah nama Serangan melarang akses nelayan dan masyarakat. Anda hidup dari budaya kami dan adat istiadat kami, hargai tanah leluhur kami,” tulis akun @guss_smile.

“Wah ini to orang yang bilang pagar laut itu untuk keamanan bapak ini cerdas dari dulu tapi makin kesini, kecerdasan bapak makin seperti abu janda,” tulis akun @bilalnoxa.

Editor : Wiwin Meliana
#tantowi yahya #KEK Kura Kura Bali #warganet #Diserbu #serangan #pemagaran #laut