SINGARAJA, BALI EXPRESS - Hasan adalah seorang perwira di Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) yang telah mengabdikan dirinya dalam bidang patroli laut selama lebih dari dua dekade.
Saat ini, ia menjabat sebagai Kanit Patroli Polairud di Buleleng, Bali Utara, dengan tugas utama menjaga keamanan perairan di wilayah yang luas dan strategis ini.
Dalam menjalankan tugasnya, Hasan dan timnya melakukan patroli sejauh 12 mil laut di perairan Bali Utara. Jika melewati batas tersebut, maka sudah masuk ke zona bebas atau Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).
Mengingat luasnya perairan Buleleng, Hasan menegaskan pentingnya pengawasan yang ketat demi mencegah aktivitas ilegal di laut, seperti perburuan ilegal dan penyelundupan.
Meskipun hingga saat ini belum menemukan kendala besar dalam perburuan liar, ia mengakui bahwa kasus penyelundupan sering kali terjadi tanpa sepengetahuan timnya. Ia menduga bahwa pelaku telah memahami pola patroli yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
“Kalau di Bali wilayah perairannya cenderung aman. Tapi tidak memungkiri juga, pasti ada saja peristiwanya. Mungkin itu terjadi karena mereka sudah mempelajari pola patrol kami,” kata dia.
Baca Juga: Penyelamatan 22 Penyu Hijau di Pantai Pemuteran, Polres Buleleng Lakukan Penyelidikan
Pengalaman Hasan dalam bidang patroli laut sudah sangat matang. Selama 24 tahun bertugas, ia telah menghabiskan 10 tahun di satuan Polda Bali sebelum akhirnya bertugas di perairan Buleleng selama 14 tahun terakhir. Sejak tahun 2011, ia resmi ditempatkan di wilayah ini dan tinggal di asrama polisi di Kampung Tinggi, Buleleng.
Sebagai anggota Polairud, Hasan dan timnya harus menjalankan tugas sesuai dengan protokol yang berlaku. Patroli laut harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme, tanpa adanya aktivitas di luar tugas utama seperti berwisata, menyelam, atau snorkeling selama patroli berlangsung. Disiplin ini diterapkan demi memastikan bahwa keamanan dan ketertiban perairan tetap terjaga.
“Ada hal-hal tertentu yang menjadi fokus patrol kami. Dan saat bertugas tidak boleh sambil berwisata meski laut Bali ini sangat indah,” ungkapnya.
Hasan lahir di Demak, Jawa Tengah, pada 4 Desember 1981. Meskipun berasal dari daerah yang jauh dari laut, ia menemukan panggilan hidupnya di bidang pengamanan perairan. Dedikasinya terhadap tugas membuatnya dihormati oleh rekan-rekannya di kepolisian serta masyarakat setempat yang mengandalkan kehadiran Polairud untuk menjaga keamanan laut mereka.
Dengan pengalaman yang panjang dan komitmen yang tinggi, Hasan terus berupaya menjaga perairan Buleleng tetap aman dari ancaman kejahatan maritim. Sikap tegas dan profesionalismenya menjadi contoh bagi generasi penerus di kepolisian air, memastikan bahwa tugas perlindungan wilayah laut tetap berjalan dengan optimal.
“Alhamdulilah saya masih dipercaya di satuan ini. Sampai saya pindah tugas ke Buleleng juga masih tetap di satuan Polairud,” ungkapnya. ***
Editor : Dian Suryantini