BALIEXPRESS.ID – Pemerintah Provinsi Bali siap melaksanakan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Hari Ulang Tahun, yang akan diterapkan secara nasional sesuai arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Program ini rencananya akan diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada bulan Februari 2025.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. I Nyoman Gede Anom, menyatakan bahwa seluruh Puskesmas di Bali sudah siap menjalankan program ini.
Baca Juga: Empat Belas Warga Binaan Lapas Singaraja Lanjutkan Pendidikan Kesetaraan
"Terkait pemeriksaan kesehatan gratis, sesuai arahan dari Kemenkes agar dimulai serentak se-Indonesia saat dilaunching oleh Bapak Presiden Prabowo, tetap di bulan Februari tapi tanggal pastinya belum ditetapkan," kata dr. Anom, Jumat (31/1).
"Untuk kami di Bali, semua Puskesmas di Kabupaten/Kota sudah siap melaksanakan, tinggal menunggu launching oleh Bapak Presiden," tambahnya.
Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/33/2025 tentang Petunjuk Teknis Pemeriksaan Kesehatan Gratis Hari Ulang Tahun, Program PKG bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko kesehatan agar masyarakat tetap sehat, mendeteksi kondisi pra-penyakit sebelum berkembang menjadi penyakit, serta menemukan penyakit lebih awal agar dapat diberikan penanganan yang tepat.
Baca Juga: Kanit Patroli Sat Polairud Buleleng, Hasan, 24 Tahun Keliling Perairan Bali
Untuk mendukung pelaksanaan program ini, pemerintah pusat melalui Kemenkes menanggung anggaran terkait sarana pendukung, termasuk reagen pemeriksaan laboratorium.
"Untuk anggaran terkait dengan sarana pendukung seperti reagen pemeriksaan laboratorium, ditanggung oleh Kemenkes," kata dr. Anom.
Sasaran program ini mencakup seluruh kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir hingga lanjut usia.
Baca Juga: Dua Puluh Tiga Penyu Selundupan Dilepasliarkan, Satu dari Sitaan Polres Jembrana
Bayi baru lahir akan menjalani skrining hormon tiroid, enzim pelindung sel darah merah (G6PD), hormon adrenal, serta deteksi dini penyakit jantung bawaan dan kelainan saluran empedu.
Untuk balita dan anak prasekolah (usia 1-6 tahun), pemeriksaan mencakup pertumbuhan, perkembangan, serta deteksi tuberkulosis, gangguan telinga, mata, gigi, dan penyakit genetik seperti talasemia. Selain itu, skrining gula darah mulai diberikan sejak usia dua tahun.
Pada kelompok usia dewasa (18-59 tahun), pemeriksaan kesehatan meliputi skrining kardiovaskuler, fungsi paru, kanker, fungsi indra, kesehatan jiwa, hepatitis, serta skrining bagi calon pengantin.
Sementara bagi lanjut usia (60 tahun ke atas), pemeriksaan lebih difokuskan pada aspek geriatri, penyakit degeneratif seperti kardiovaskuler dan kanker, serta kesehatan mental dan fungsi indra.
Untuk mengikuti program ini, masyarakat perlu mengunduh aplikasi SATUSEHAT Mobile (SSM) di App Store atau Play Store, kemudian mendaftar, mengisi biodata, dan menjawab kuesioner skrining mandiri.
Baca Juga: Penyelamatan 22 Penyu Hijau di Pantai Pemuteran, Polres Buleleng Lakukan Penyelidikan
Setelah mendapatkan kode tiket pemeriksaan, peserta bisa datang ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dengan membawa kartu identitas (KTP/KIA/KK).
Pemeriksaan bagi anak sekolah dan remaja (7-17 tahun) akan dilakukan di sekolah pada tahun ajaran baru, yaitu Juli 2025.
Bagi warga yang berulang tahun pada Januari 2025, pemeriksaan kesehatan bisa diakses pada bulan Februari dan Maret 2025.
Baca Juga: Alit Sudiana Dorong Pemkab Klungkung Miliki Regulasi Perlindungan PMI
Jika peserta tidak dapat datang tepat pada hari ulang tahunnya, PKG tetap dapat diakses hingga satu bulan setelahnya.(***)