BALIEXPRESS.ID- Selain melanda kawasan daratan, angin kencang ternyata juga terjadi di Kawasan pesisir bagian Selatan Kabupaten Tabanan.
Bahkan di Kawasan perairan ini, angin kencang yang melanda bisa berpotensi menjadi badai tropis yang berbahaya.
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis di Badung Belum Terlaksana, Pemkab Tunggu Arahan BGN
Karena itu, Ketua Paguyuban Nelayan Bali, Ketut Arsana Yasa, ketika dikonfirmasi Minggu (2/2), menyebutkan potensi badai tropis yang terjadi di wilayah perairan bagian Selatan kabupaten Tabanan ini bisa sangat berbahaya bagi aktivitas nelayan.
“Karena itu, per Sabtu lalu, kami dari Paguyuban Nelayan bali, sudah memberikan informasi kepada para nelayan untuk waspada jika ingin melakukan aktivitas di laut. Sebaiknya hingga pekan depan kami himbau nelayan libur dulu,” jelasnya.
Baca Juga: Wabup Suiasa Hadiri Pelantikan Pengurus PKVHI Cabang Badung Periode 2024-2029
Dari informasi perkiraan cuaca yang dirilis oleh BMKG, disebutkan Arsana Yasa, di perairan Selatan Pulau bali sedang terjadi siklon badai tropis dengan kekuatan angin yang sangat kencang mencapai 100 km/jam menuju arah barat laut.
Karena arah angin yang menuju barat laut, maka dampak dari cuaca buruk ini akan dialami di seluruh Kawasan pesisir Kabupaten Tabanan.
Hal ini disebutkannya karena Kawasan perairan di Kabupaten Tabanan seluruhnya ada di bagian Selatan.
Baca Juga: Kontroversi Visual Dewa Siwa di Beach Club Bali, AWK Minta PHDI Turun Tangan
Kondisi ini disebutkannya bisa menimbulkan dampak seperti hujan deras yang disertai badai, angin kencang dan gelombong laut yang ganas yang disertai dengan badai petir. Kondisi ini bisa terjadi kapan saja selama siklon tropis ini berlangsung.
“Dari perkiraan cuaca, kondisi ini diprediksi akan terjadi hingga tanggal 6 Februari 2025. Setelah itu, kondisi cuaca di laut Selatan Bali diperkirakan mulai normal dan aman untuk aktivitas nelayan,” lanjutnya.
Siklon tropis ini, diakui Arsana Yasa menimbulkan badai di Tengah laut secara tiba-tiba, karena kondisi cuaca sifat dari siklon tropis disebutkannya memang datang secara tiba-tiba, sehingga sulit diprediksi.
Baca Juga: Ini Makna Catur Purusha Artha Dalam Hindu
“Karena itu, kami berharap jika nelayan tetap melakukan aktivitas melaut, diharapkan bisa melakukan persiapan yang lebih baik dan tetap waspada. Namun demikian, kami berharap para nelayan libur dulu,” tambahnya. (gek)
Editor : Wiwin Meliana