SINGARAJA, BALI EXPRESS – Dalam upaya meningkatkan produktivitas perkebunan serta mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Komisi III DPRD Kabupaten Buleleng melakukan kunjungan kerja ke dua lokasi perkebunan milik Perusahaan Daerah (PD) Swatantra pada Senin (3/1). Kunjungan tersebut bertempat di Desa Pucak Sari dan Desa Tista, Kecamatan Busungbiu.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Buleleng, Ketut Susila Umbara, bersama sejumlah anggota dewan, turun langsung untuk meninjau kondisi perkebunan, mekanisme pengelolaannya, serta sistem penjualan hasil pertanian.
Dari hasil tinjauan tersebut, diperoleh data bahwa perkebunan di Desa Pucak Sari memiliki luas 6,08 hektar, sementara perkebunan di Desa Tista mencakup area seluas 2,5 hektar.
Salah satu tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk mendapatkan gambaran nyata terkait sistem pembagian hasil antara PD Swatantra dan para petani penggarap. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa mekanisme pembagian hasil telah berjalan dengan cukup jelas. Namun, dalam diskusi dengan para petani, terungkap harapan agar sistem bagi hasil dapat ditingkatkan demi kesejahteraan mereka.
“Ini ada tujuh lokasi sebenarnya. Ini baru dua lokasi kami lihat. Selanjutnya kami akan kunjungi semua lokasi sehingga kami punya estimasi penghasilan dari kebun yang dikelola oleh PD Swadantra itu,” ujar Susila.
Baca Juga: Gas Elpiji Raib, Terlacak dari Video Viral! Pencuri Gunakan Uang Hasil Curian untuk Beli Sabu-sabu
Sementara itu petani penggarap, Sang Putu Widiana berharap agar pembagian hasil perkebunan dapat ditinjau kembali. Sang Putu dan petani penggarap lainnya menginginkan adanya peningkatan yang lebih adil dan menguntungkan kedua belah pihak.
Mereka juga mengusulkan agar jenis tanaman yang ditanam lebih disesuaikan dengan potensi wilayah. Salah satu komoditas yang dianggap memiliki prospek baik adalah kopi, yang diyakini dapat dikembangkan lebih luas di kawasan ini.
“Kami hanya berharap ada kesinambungan kerja sama antara petani dan perusahaan. Jika ada komoditas baru seperti kopi yang bisa dikembangkan lebih baik, tentu ini akan sangat membantu kami,” ujar Sang Putu Widiana.
Selain itu, mereka menyoroti pentingnya transparansi dalam sistem pengelolaan perkebunan, mulai dari biaya produksi, penyemaian, hingga tenaga kerja harian. Menurut mereka, adanya kejelasan mengenai seluruh aspek operasional akan mempermudah dalam menentukan besaran pembagian hasil yang lebih proporsional.
Baca Juga: Puluhan Motor 2TAK Akan Berkontes di Bali Utara Modfest 2025.
Menanggapi aspirasi para petani, Ketua Komisi III DPRD Buleleng, Ketut Susila Umbara kembali menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan kajian mendalam sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.
Ia menyatakan bahwa seluruh data yang telah diperoleh, termasuk rincian biaya produksi, pemeliharaan, dan tenaga kerja, akan dikaji terlebih dahulu untuk memastikan kebijakan yang diambil nantinya benar-benar berbasis data yang akurat.
“Kami ingin memastikan bahwa sistem pengelolaan yang diterapkan ini benar-benar menguntungkan semua pihak, baik dari sisi petani maupun pemerintah daerah dalam meningkatkan PAD,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kunjungan kali ini baru mencakup dua dari total tujuh lokasi perkebunan yang dikelola oleh PD Swatantra. Oleh karena itu, Komisi III berencana untuk mengunjungi seluruh lokasi guna mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai potensi perkebunan daerah.
“Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan produktivitas perkebunan serta mengembangkan sistem bagi hasil yang lebih menguntungkan bagi petani,” imbuhnya.
Optimalisasi sektor perkebunan di Kabupaten Buleleng diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani, tetapi juga memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap PAD.
Komisi III DPRD Buleleng menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan petani, dengan tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan pemerintah daerah dan masyarakat.
“Langkah selanjutnya adalah melakukan evaluasi terhadap hasil kajian dan menyusun rekomendasi yang dapat diterapkan guna meningkatkan efektivitas pengelolaan perkebunan di bawah naungan PD Swatantra,” tutupnya. ***
Editor : Dian Suryantini