Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tiga Pelinggih di Ubud Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp250 Juta, Diduga Gegara Ini

I Wayan Ananda Mustika Putra • Rabu, 5 Februari 2025 | 03:01 WIB
KEBAKARAN : Tiga bangunan suci (pelinggih) di sebuah rumah di Banjar Penestanan Kelod, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, ludes terbakar pada Selasa (4/2).
KEBAKARAN : Tiga bangunan suci (pelinggih) di sebuah rumah di Banjar Penestanan Kelod, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, ludes terbakar pada Selasa (4/2).


BALIEXPRESS.ID – Tiga bangunan suci (pelinggih) di sebuah rumah di Banjar Penestanan Kelod, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, ludes terbakar pada Selasa (4/2/2025) siang.

Kebakaran ini menghanguskan pelinggih Piasan, Taksu, dan Kemulan milik I Wayan Wirya, seorang wiraswasta berusia 58 tahun.


Menurut keterangan saksi, Putu Sudiana dan Putu Suardika, yang bekerja di restoran tak jauh dari lokasi kejadian, mereka melihat kepulan asap dari lantai atas rumah korban sekitar pukul 13.30 WITA.

Putu Suardika kemudian bergegas memberitahu pemilik rumah. Setelah dicek bersama, ternyata bangunan piasan di merajan (tempat suci keluarga) sudah terbakar.

Selanjutnya korban dan para saksi berusaha memadamkan api dengan selang, sambil menghubungi Kepala Kewilayahan Banjar Penestanan Kelod, petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gianyar, dan Polsek Ubud.


Sekitar pukul 14.00 WITA, satu unit mobil pemadam kebakaran dan personel Polsek Ubud tiba di lokasi, dipimpin oleh Pawas IPDA Komang Arimbawa. Mereka langsung berjibaku memadamkan api dan mengatur lalu lintas di depan lokasi kejadian.

Namun, petugas pemadam kebakaran sempat mengalami kendala karena kehabisan air, sehingga harus menghubungi bantuan.
Unit pemadam kebakaran kedua tiba sekitar pukul 14.20 WITA dan melanjutkan upaya pemadaman.

Akhirnya, sekitar pukul 14.40 WITA, api berhasil dipadamkan. Meskipun tiga pelinggih hangus, api tidak sampai merembet ke bangunan rumah utama.


Kapolsek Ubud, Kompol Gusti Nyoman Sudarsana mengatakan akibat kejadian ini, pemilik rumah mengalami kerugian material diperkirakan mencapai Rp250 Juta.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.


Pihak kepolisian menduga kebakaran disebabkan oleh api dupa yang digunakan saat sembahyang. Lokasi piasan yang berada di lantai dua dan hembusan angin kencang diduga menjadi faktor yang mempercepat penyebaran api. “Percikan api dupa kemungkinan mengenai benda mudah terbakar dan menyebabkan kebakaran,” ujarnya.


Upaya pemadaman yang dilakukan petugas pemadam kebakaran dan personel Polsek Ubud sempat terkendala karena lokasi piasan yang terbakar berada di lantai dua.(*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#merajan #gianyar #pelinggih #terbakar #kebakaran