Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Yahya Umar Si Penulis Berita dan Penulis Cerita

Dian Suryantini • Kamis, 6 Februari 2025 | 20:00 WIB

Yahya Umar yang bekerja sebagai wartawan freelance dan penulis cerpen hingga novel.
Yahya Umar yang bekerja sebagai wartawan freelance dan penulis cerpen hingga novel.

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Nama Yahya Umar tidak asing di dunia jurnalistik dan sastra Indonesia, khususnya di Bali. Sosoknya yang bersahaja dan tajam dalam menganalisis dinamika sosial dan politik menjadikannya salah satu jurnalis senior yang diperhitungkan.

Kini, ia lebih banyak berkarya sebagai penulis, menuangkan pemikirannya dalam bentuk cerpen dan novel yang mengangkat berbagai isu sosial.

Lahir di Bangkalan, Madura, pada 25 September 1968, Yahya Umar menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Udayana (kini Universitas Pendidikan Ganesha) jurusan Fisika.

Meski memiliki latar belakang pendidikan sains, kecintaannya pada dunia tulis-menulis membawanya meniti karir sebagai jurnalis. Ia pernah bekerja di beberapa media ternama seperti Bali Post dan Denpasar Post (DenPost), sebelum akhirnya memilih jalur sebagai wartawan freelance.

Sebagai jurnalis, Yahya Umar dikenal dengan tulisan-tulisannya yang kritis dan tajam dalam menyoroti isu-isu politik. Pengetahuannya yang luas tentang peta politik, khususnya di Bali, membuat analisanya selalu dinanti oleh para pembaca.

Meski memiliki wawasan mendalam, pria berkacamata ini lebih memilih untuk tidak banyak berbicara di ruang publik. Ia lebih suka mengamati dan menuliskan pemikirannya dengan gaya bahasa yang ringan namun tetap tajam.

“Menulis tidak mesti terus menjadi jurnalis. Menulis bisa dilakukan siapa saja asal niat dan terus berlatih,” kata Yahya Umar sambil tertawa.

Baca Juga: Ini Dia Profil Kardian Narayana: Dari Guru Kontrak ke Film Pendek

Tak hanya berkutat di dunia jurnalistik, Yahya juga aktif menulis karya sastra. Cerpen-cerpennya telah diterbitkan di berbagai media, termasuk Bali Post, DenPost, Hikmah, dan Alkisah. Salah satu cerpennya yang berjudul Pak Dewan berhasil meraih juara III dalam Lomba Cerpen Balai Bahasa Denpasar dan diterbitkan dalam antologi Tower.

Selain cerpen, ia juga menulis puisi dan novel. Karya novelnya yang berjudul Istana Para Kuli diterbitkan oleh Penerbit Al Kautsar Jakarta pada tahun 2016.

Selain sebagai penulis kreatif, Yahya Umar juga aktif dalam menyunting berbagai buku bertema politik, seperti Pemilu dan Jejak Politik di Bali, Nyontreng di Hari Suci, serta Meretas Pemilu Berkualitas dan Berintegritas.

Karya-karya tersebut menunjukkan kontribusinya dalam dunia politik dan kepemiluan, yang tetap ia jalani meski kini lebih fokus sebagai penulis.

Saat ini, Yahya Umar menetap di Singaraja bersama keluarganya. Meski tidak lagi aktif sebagai wartawan di media besar, ia tetap berkarya melalui tulisan-tulisannya yang menggugah pemikiran. Dengan pengalaman panjang di dunia jurnalistik dan sastra, ia terus memberikan sumbangsih dalam dunia literasi Indonesia. ***

Editor : Dian Suryantini
#Bangkalan #fisika #jurnalis #penulis #cerpen #novel #fkip #singaraja #madura