Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bali Mulai Terik, Beban Puncak Listrik Naik ke 1.189,2 MW, Diprediksi Tembus 1.200 MW Februari Ini

Rika Riyanti • Jumat, 7 Februari 2025 | 20:11 WIB

ilustrasi
ilustrasi

 

 

BALIEXPRESS.ID - Setelah hujan yang mengguyur Bali selama tiga bulan terakhir mereda, beban puncak pemakaian listrik kembali meningkat.

Manajer Komunikasi PLN UID Bali, I Wayan Eka Susana, mengungkapkan bahwa hingga Rabu (7/2), beban puncak listrik di Bali mencapai 1.189,2 Mega Watt (MW), naik dari tahun sebelumnya yang hanya 1.186,8 MW.

Kenaikan ini dipicu oleh cuaca panas yang membuat masyarakat kembali mengaktifkan perangkat elektronik seperti AC dan kipas angin.

Baca Juga: Transfer Daerah ke Bali Dipotong 50 Persen, Pemprov Evaluasi Pembangunan Infrastruktur

"Seperti pemakaian AC, kipas dan peralatan elektronik lainnya itu kembali dilakukan masyarakat. Sebab selama ini masyarakat cenderung mematikan itu karena kondisi hujan," katanya, Jumat (7/2). 

Eka Susana menyebutkan bahwa pada 2024, PLN sebenarnya menargetkan beban puncak listrik mencapai 1.200 MW.

Namun, curah hujan yang tinggi sejak akhir November 2024 hingga awal Februari 2025 justru menyebabkan penurunan konsumsi listrik di Bali.

Baca Juga: Pertamina Tambah 8.400 Tabung LPG 3 Kg Subsidi di Bali, Suplai Terbesar untuk Badung, Denpasar, dan Gianyar

Selama periode tersebut, penggunaan listrik hanya berkisar antara 900 hingga 1.000 MW.

"Dalam tiga hari ini kan panasnya luar biasa ini. Nah saat panas ini konsumsi listrik naik. Karena pemakaian kembali seperti musim panas sehingga beban puncak tertinggi itu 1.189,2 MW," terangnya. 

Lebih lanjut pihaknya memprediksi, untuk di bulan Februari 2025 ini, konsumsi listrik lebih meningkat lagi.

Baca Juga: Ini Dia Perjalanan Karir Bulan Sutena yang Viral Gegara Video Kontroversial 1 Menit 14 Detik

"Kami prediksi bulan ini beban puncak tertinggi bisa tembus sampai 1.200 MW. Soalnya kan rasanya hujan sudah cukup jarang lebih ke panas," tutupnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #pln #beban puncak #hujan