BALIEXPRESS.ID-Adanya protes sejumlah pihak untuk menutup Atlas Beach Club karena diduga melecehkan simbol agama juga ditanggapi oleh Advokat Gede Pasek Suardika.
Melalui akun media sosialnya, Gede Pasek Suardika menyebut bahwa memberikan teguran kepada Atlas sangat bagus atas keteledorannya.
Baca Juga: Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tak Bernyawa di Pantai Nusa Dua Bali, Kenakan Baju Abu-abu
Namun menutup paksa atas keteledoran tersebut dianggapnya terlalu berlebihan.
Pihaknya juga membandingkan aksi protes saat Finns Beach Club yang juga diduga melecehkan Sulinggih di Bali.
Pasek Suardika menilai adanya perbedaan perlakuan saat adanya kasus dugaan pelecehan Sulinggih yang dilakukan Finns Beach Club.
Baca Juga: Boris Kopitovic Bersinar di Bali United, tapi Masih Ada Tantangan Menanti
“Ada dimana saat Finns Club juga melecehkan ritual Hindu? Kok diperlakukan berbeda. Itu yang dilecehkan Sulinggih sedang muput, sementara ini gambar yang bisa saja juga ada di tempat lain dengan perlakuan yang tidak layak tapi tidak dimasalahkan,” ungkap GPS dikutip dari akun Facebooknya pada Sabtu (08/02/2025).
Lebih lanjut, Pasek Suardika khawatir penutupan Atlas Beach Club akan berdampak terhadap Umat Hindu yang bekerja di sana.
“Apakah yang menutup juga sudah siap mencarikan pekerjaan untuk umat Hindu yang bekerja di Atlas?” tanyanya.
Pihaknya meminta agar kesalahan Atlas atas dugaan pelecehan simbol agama dibuktikan secara hukum.
Baca Juga: Mitsuru Maruoka Mulai Tergeser dari Skuad Utama Bali United, Teco Sebut Performanya Menurun
“Buktikan dulu secara pidana kesalahan mereka. Kalau terbukti apakah itu merupakan kesalahan korporasi atau kesalahan personal,” jelasnya.
“Tegas bagus, membabi buta jangan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, pihaknya menyebut bahwa jika adalah pemilik Atlas maka akan tetap membuka usahanya karena tuduhan yang dilayangkan belum terbukti.
“Kalau saya punya Atlas maka tetap akan buka. Sebab ijin lengkap, dan kesalahan yang dituduhkan belum terbukti secara hukum,” pungkasnya.
Sebelumnya, kasus ini berawal dari sebuah video yang menampilkan visual Dewa Siwa diduga di pesta musik di Atlas Beach Club.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Soal Bulan Sutena yang Kini Sedang Viral Terkait Video 1 Menit 14 Detik
Video ini memicu reaksi publik yang menyebut bahwa hal tersebut adalah pelecehan terhadap simbol agama.
Editor : Wiwin Meliana