Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Soal Penutupan Atlas Beach Club, Agung Bagus Tri Candra Arka Minta Disikapi Secara Adil

Wiwin Meliana • Sabtu, 8 Februari 2025 | 17:34 WIB

Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali, Agung Bagus Tri Candra Arka, memberikan pandangan berbeda terkait penutupan Atlas Beach Club
Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali, Agung Bagus Tri Candra Arka, memberikan pandangan berbeda terkait penutupan Atlas Beach Club

BALIEXPRESS.ID-Puluhan massa yang tergabung dalam Keris Bali menggelar aksi di Wantilan DPRD Bali pada Jumat (7/2) untuk menyampaikan protes mereka terkait penggunaan visual Dewa Siwa yang muncul dalam latar musik DJ di Atlas Beach Club.

Aksi ini dipicu oleh polemik yang timbul setelah gambar Dewa Siwa ditampilkan saat pesta musik di klub malam tersebut.

Baca Juga: Kontroversi Visual Dewa Siwa di Atlas Beach Club, Hotman Paris Minta Maaf ke Umat Hindu Bali

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali, I Wayan Supartha, menyambut kedatangan massa dan menyatakan bahwa penyampaian aspirasi tersebut sudah tepat.

"Masyarakat merasakan ada simbol-simbol mereka yang dilanggar, maka dari itu mereka sampaikan aspirasi sudah tepat," ujar Supartha.

Ia menambahkan bahwa pihaknya di DPRD Bali sepakat untuk menutup Atlas Beach Club sebagai respons terhadap insiden ini.

Supartha menjelaskan bahwa penutupan ini merupakan langkah dari pemerintah untuk memberikan efek jera, dan terkait dengan pelanggaran hukum yang dapat dikenakan berdasarkan pasal-pasal yang mengatur penistaan agama.

Baca Juga: PSS Sleman Fokus Benahi Finishing Jelang Duel Krusial Lawan Bali United

 “Penutupan itu salah satu cara karena tanggung jawab dan kewajiban pemerintah. Ada pasal 156 A KUHP tentang penodaan agama dan pasal-pasal lainnya yang mengatur ini,” katanya.

Namun, Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali, Agung Bagus Tri Candra Arka, memberikan pandangan berbeda.

Ia mengaku memahami aspirasi masyarakat Bali terkait insiden tersebut, tetapi juga mengingatkan agar permasalahan ini disikapi secara adil.

 Dalam video wawancara, Agung Bagus menyatakan bahwa pihaknya tahu betul bagaimana awal berdirinya Atlas Beach Club.

Baca Juga: Mohon Maaf Secara Niskala, Atlas Beach Club Laksanakan Upacara Guru Piduka

Atlas, menurutnya, memiliki komitmen dan prinsip untuk tidak merugikan masyarakat Bali dan sebaliknya.

"Pengusaha yang masuk ke daerah utara atau di manapun jangan merugikan masyarakat, begitu juga sebaliknya. Karena kita di Bali butuh investor," ujar Agung Bagus.

 Ia menambahkan, berdasarkan hasil pertemuan dengan pihak Atlas Beach Club dan DPD RI pada 5 Februari 2025, insiden tersebut merupakan kelalaian teknis tanpa unsur kesengajaan. Oleh karena itu, kajian terhadap penutupan klub malam ini harus dilakukan dengan lebih mendalam dan tidak sembarangan.

Agung Bagus juga mengingatkan bahwa 85 persen pekerja di Atlas Beach Club berasal dari masyarakat Bali yang menggantungkan hidup mereka pada industri pariwisata.

Baca Juga: Video Panas Mirip Bulan Sutena Viral, Taktik Promosi Film Terbaru?

Oleh karena itu, keputusan untuk menutup klub tersebut harus mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi yang akan ditimbulkan.

Aksi ini mencerminkan adanya perbedaan pandangan mengenai penanganan insiden di Atlas Beach Club, antara penegakan hukum dan dampak sosial-ekonomi bagi masyarakat Bali.

Hingga kini, protes dari Keris Bali dan aspirasi masyarakat masih terus berkembang, sementara pihak Atlas Beach Club juga berusaha memberikan klarifikasi dan meminta maaf atas insiden tersebut.

 

Editor : Wiwin Meliana
#Atlas Beach Club #penutupan #Agung Bagus Tri Candra Arka #adil