Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Selisih Lahan Mangkal, 2 Driver Online Dikeroyok 10 Orang di Pecatu, Polisi Kejar Pelaku

I Gede Paramasutha • Minggu, 9 Februari 2025 | 01:04 WIB
PATROLI: Kepolisian Sektor Kuta Selatan mengamankan wilayah hukumnya tetap aman dan kondusif, pasca adanya keributan antar driver online. (Bali Express/Istimewa)
PATROLI: Kepolisian Sektor Kuta Selatan mengamankan wilayah hukumnya tetap aman dan kondusif, pasca adanya keributan antar driver online. (Bali Express/Istimewa)

BALIEXPRESS.ID - Keributan pecah di Jalan Labuan Sait, depan Saloto, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, pada Kamis (6/2) sekitar pukul 03.00 WITA. Insiden itu terjadi karena adanya perselisihan antar driver online.

Dua orang inisial ED, 24, dan HH, 30, pun terluka karena dikeroyok oleh 10 orang sesama driver online di Pecatu tersebut.

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi menerangkan, peristiwa ini bermula para korban awalnya tengah mangkal di depan Saloto.

Tiba-tiba saja mereka diserang oleh sekitar 10 orang yang juga driver dari pangkalan yang sama.

"Para pelaku menyerang bahkan memukul korban menggunakan besi," tuturnya, Sabtu 8 Februari 2025.

Kejadian itu mengakibatkan ED dan HH mengalami luka di beberapa bagian tubuh, termasuk pelipis, jari tengah, dan lengan kiri. Kemudian, melaporkan masalah ini ke pihak berwajib.

Unit Reskrim Polsek Kuta Selatan lantas menyelidiki kasus tersebut.

"Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi-saksi," tambahnya.

Diketahui, insiden ini dipicu adanya perselisihan terkait lahan pangkalan antar kelompok driver di kawasan sekitar Saloto.

Kini aparar sedang mengidentifikasi para pelaku dan memburunya. 

Adapun situasi di kawasan Pecatu, khususnya di sekitar Saloto Bar Pecatu, tetap dalam kondisi aman dan kondusif.

Polsek Kuta Selatan terus melakukan pemantauan dan mengelar Patroli di wilayah hukumnya.

Lebih lanjut, sempat beredar informasi di media sosial dan pedan berantai di WhatsApp tentang adanya kelompok warga yang berkumpul dan melakukan sweeping di kawasan belakang GWK.

Sukadi menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar alias hoaks.  

"Kami pastikan informasi yang menyebutkan adanya kelompok warga berkumpul dan meresahkan di belakang kawasan GWK serta melakukan sweeping itu tidak benar. Saat ini, situasi di wilayah tersebut tetap aman dan terkendali," tegasnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
#driver online #dikeroyok #Pecatu