BALIEXPRESS.ID - Cuaca esktrem yang terjadi pada Minggu (9/2) menyebabkan sejumlah bencana terjadi di Bali.
Pohon yang tumbang hingga bangunan roboh, beberapa berdampak terhadap operasional jaringan listrik.
General Manager PLN UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, mengatakan, PLN bergerak untuk mengatasi jaringan yang roboh akibat tertimpa pohon.
Baca Juga: WASPADA! Hujan Angin di Klungkung, Pohon Besar Tumbang Tutup Jalur By Pass Ida Bagus Mantra
“Kondisi cuaca yang ekstrem dan tidak menentu dimana hujan disertai angin kencang membuat beberapa pohon dibeberapa tempat ada yang roboh dan menimpa tiang listrik sehingga berdampak terhentinya pasokan listrik dilokasi tersebut sehingga menyebabkan padamnya listrik pelanggan,” ucap Eric, Senin (10/2)
Ia menjelaskan bahwa cuaca ekstrem yang terjadi sejak kemarin mengakibatkan sejumlah jaringan seperti di wilayah Jembrana, Tabanan, Klungkung, Karangasem, Badung dan sekitarnya mengalami gangguan sehingga suplai listrik dari gardu induk di wilayah setempat menjadi terhambat.
Kendati demikian, Eric mengaku gangguan dapat segera teratasi dengan baik sehingga pelanggan dapat menikmati listrik kembali.
Baca Juga: Pemangkasan DAK Rp 50 Miliar Tak Ganggu Program Pemprov Bali, Pj Gubernur Sebut Bisa Ditutupi APBD
"Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan kontribusinya dan dukungan sehingga listrik dapat normal kembali,” katanya.
Dalam proses penormalan jaringan tersebut, ia mengatakan tetap mengutamakan keamanan dan keselamatan masyarakat maupun petugas PLN.
“Seluruh proses pemulihan listrik yang diakibatkan adanya angin kencang dan hujan hari ini tetap mengedepankan aspek K3. Apalagi pada proses pemulihan jaringan ini, kondisi cuaca juga masih disertai hujan dan angin kencang,” terangnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mencatat data kejadian bencana dan penanganan yang dilakukan oleh BPBD Provinsi Bali dan BPBD Kabupaten/Kota se-Bali dalam 24 jam terakhir hingga Minggu (9/2) pukul 18.00 Wita.
Kepala BPBD Bali, Made Rentin merincikan, adapun bencana yang terjadi yakni pohon tumbang di 19 titik yaitu 6 titik di Kabupaten Karangasem, 9 titik di Kabupaten Bangli, 2 titik di Kabupaten Badung dan 2 titik di Kota Denpasar.
Kemudian, tanah longsor di 1 titik di Kabupaten Bangli.
“Akibat dari kejadian tersebut 3 orang meninggal dunia dan 6 orang mengalami luka-luka serta nilai kerusakan yang ditimbulkan mencapai Rp 515 juta rupiah,” ungkapnya.(***)