Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Wayan Koster-Giri Prasta Siap Jalani Mejaya Jaya di Besakih, Pj. Gubernur Bali Pamit

Rika Riyanti • Senin, 10 Februari 2025 | 21:29 WIB

 

Paslon nomor urut 2, I Wayan Koster - I Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri) yang meraih suara tertinggi.
Paslon nomor urut 2, I Wayan Koster - I Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri) yang meraih suara tertinggi.


 

BALIEXPRESS.ID – Menjelang pelantikannya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta dijadwalkan akan menjalani Upacara Mejaya Jaya pada 12 Februari 2025 di Pura Besakih, bertepatan dengan Rahina Pagerwesi.

Upacara Mejaya Jaya ini dilakukan untuk memohon agar pikiran, perkataan, tindakan dan prilaku seseorang selalu disucikan, dituntun agar selalu berjalan sesuai ajaran agama.

“Rencana (Upacara Mejaya Jaya) tanggal 12 Februari 2025. Di Pura Besakih,” ujar  Karo Umum dan Protokol Pemerintah Provinsi Bali, I Wayan Budiasa, Senin (10/2). 

Baca Juga: Hujan Angin di Bali Sebabkan Listrik Padam hingga Pohon Tumbang dan Bangunan Roboh, 3 Orang Meninggal, Kerugian Rp 515 Juta

Sementara itu, Penjabat (Pj.) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, berpamitan dalam pertemuan dengan Penglingsir Puri Kauhan, A.A.G.N. Ari Dwipayana, di Ubud, seraya mengapresiasi dukungan berbagai pihak selama masa jabatannya, Senin (3/2).

Dalam pertemuan yang diterima langsung oleh Penglingsir Puri Kauhan, A.A.G.N. Ari Dwipayana, yang juga dikenal sebagai Koordinator Staf Khusus Presiden RI. 

Pada kesempatan itu, Mahendra Jaya menyampaikan apresiasi atas peran Puri Kauhan dan para penglingsir dalam menjaga adat, budaya, serta kearifan lokal Bali yang adiluhung.

Baca Juga: WASPADA! Hujan Angin di Klungkung, Pohon Besar Tumbang Tutup Jalur By Pass Ida Bagus Mantra

Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan selama masa jabatannya.

"Izinkan di masa-masa terakhir kami mengemban tugas diberikan kesempatan menyampaikan ucapan terima kasih atas segala dukungan dan peran serta Puri dan para sulinggih penglingsir Bali dalam melaksanakan tugas kami. Karena selama menjabat telah dibantu banyak jalan dan kemudahan, sehingga mampu melaksanakan tugas dengan baik. Walaupun mungkin masih ada beberapa tugas yang mungkin juga belum bisa kami laksanakan di masa jabatan kami yang hanya sekitar 1,5 tahun," ujarnya di hadapan beberapa sulinggih yang turut hadir.  

Mahendra Jaya juga mengenang awal pelantikannya sebagai Pj. Gubernur Bali yang diawali dengan simakrama di tempat yang sama bersama A.A.G.N. Ari Dwipayana.

Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis Bagi yang Ultah Digelar Serentak Hari Ini, 120 Puskesmas di Bali Telah Siap

Pertemuan itu bertujuan untuk menyamakan persepsi serta mendapatkan tuntunan dalam menjalankan tugas.

"Dalam pertemuan itulah kami sependapat untuk mengusung kearifan lokal Bali yang sangat luar biasa yakni istilah Ngrombo, yang dimaknai gotong royong namun lebih kepada tanggung jawab dan kehormatan selaku masyarakat untuk bersama-sama membangun Bali. Khususnya dalam hal ini yang menjadi prioritas yakni penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting, yang kala itu lagi tinggi-tingginya di Bali," jelasnya.  

Mahendra Jaya juga meminta maaf jika selama menjalankan tugas masih terdapat kekurangan, sembari memohon doa restu dan bimbingan untuk tetap dapat berkontribusi bagi Bali meski dengan tugas yang berbeda di masa mendatang.  

Baca Juga: TRAGIS! Cek Kebun untuk Dibeli, Wanita Paruh Baya Tertimpa Pohon Sengon

Menanggapi hal tersebut, Penglingsir Puri Kauhan A.A.G.N. Ari Dwipayana menyampaikan bahwa pertemuan awal bersama Mahendra Jaya telah melahirkan tagline Ngrombo, yang menjadi semangat gotong royong dalam menyelesaikan persoalan Bali.

"Tagline itu sebagai motivasi supaya kita bisa menyelesaikan persoalan itu satu demi satu secara bersama-sama, dan kita bersyukur Bapak Pj. bisa menuntaskan tugas yang dibebankan kepada beliau selama 1 tahun 5 bulan dengan sangat baik," ungkapnya. 

Ari Dwipayana juga mengapresiasi kebijakan Mahendra Jaya yang dinilai telah meletakkan fondasi penting dalam tata kelola pemerintahan Bali, termasuk pengelolaan anggaran yang lebih baik.

Baca Juga: WASPADA! Gunung Merapi Luncurkan Guguran Lava, Status Siaga Level III

"Mudah-mudahan perjalanan karir Bapak Pj. semakin cemerlang, dan dengan bekal yang sudah didapat di Bali bisa membantu perjalanan ke depan. Mudah-mudahan dengan pengalaman dan bekal tersebut baik secara struktural maupun moral, bisa melapangkan tugas berikutnya. Serta tetap bisa mengawal Bali dari Jakarta," harapnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #mejaya jaya #wayan koster #Nyoman Giri Prasta