Lima Tahun Terakhir 305 Ekor Penyu Hijau Hasil Selundupan Dilepasliarkan.
Dian Suryantini• Kamis, 13 Februari 2025 | 00:59 WIB
Penyu hasil selundupan yang dilepasliarkan di Pantai Pasir Putih, Teluk Banyuwangi, Desa Pejarakan, Buleleng.
SINGARAJA, BALI EXPRESS - Sepanjang lima tahun terakhir, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali telah merilis ratusan ekor penyu. Ratusan ekor satwa dilindungi itu seluruhnya merupakan penyu hijau. Dari tahun 2019 hingga tahun 2024, BKSDA Bali merilis 282 ekor penyu hijau.
Berdasarkan data dari BKSDA BAli per tanggal 31 Desember 2024 sejak tahun 2019-2024 telah terjadi 16 kali penyelundupan penyu hijau dari luar Pulau Bali. Terbaru sebanyak 22 ekor penyu hijau yang diselundupkan berhasil digagalkan di kawasan pantai Pemuteran, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak.
Setelah melalui sejumlah tahapan proses pemulihan, puluhan penyu hijau itu akhirnya dirilis di Pantai Pasir Putih, Teluk Banyuwedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak/Buleleng, 24 Januari 2025 lalu. Tidak hanya itu, satu ekor penyu yang disita oleh Polres Jembrana juga turut dilepasliarkan. Sehingga total keseluruhan sebanyak 305 ekor.
Penyidik BKSDA Bali, Sumarsono mengatakan, penyelundupan penyu hijau ke Bali paling banyak terjadi pada tahun 2023. Jumlah penyu yang berhasil disita sebanyak 93 ekor di perairan Jembrana dengan 4 kali peristiwa penyelundupan.
"Dari tahun 2019 sampai tahun 2024 itu kasus penyelundupan penyu hampir terjadi setiap tahunnya. Dan jumlah barang buktinya mencapai puluhan ekor," ujarnya, Jumat (7/2) siang.
Adapun rinciannya, tahun 2019 ditemukan penyu hijau sebanyak 18 ekor yang berhasil digagalkan. Tahun 2020 sebanyak 48 ekor. Pada tahun itu terjadi 2 kali penyelundupan. Kemudian tahun 2021 ada 34 ekor penyu hijau yang diselundupkan sebanyak 3 kali ke Bali. Kemudian tahun 2022 terdapat 52 ekor penyu hijau yang disita. PAda tahun 2023 merupakan jumlah terbanyak yang disita BKSDA Bali, yakni sebanyak 93 ekor. Dan tahun 2024 sebanyak 34 ekor penyu hijau dalam 3 kali penyelundupan.
"Dari jumlah seluruhnya itu sepanjang 5 tahun terakhir yang mati ada 5 ekor. Kami tidak mencatatnya secara khusus karena kasus penyu mati sangat jarang terjadi dan jumlahnya bisa dihitung jari atau bisa diingat," kata Sumarsono.
Selain berhasil melepasliarkan ratusan ekor penyu ke habitat aslinya, dalam waktu dekat BKSDA Bali juga akan melepasliarkan ribuan tukik (anak penyu). Pelepasliaran tukik itu rencananya akan dilakukan pada April 2025 sebanyak 5.000 ekor. Ribuan ekor tukik itu berasal dari 32 kelompok pelestari penyu yang tersebar di seluruh Bali. ***