BALIEXPRESS.ID - Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, akhirnya angkat bicara terkait polemik penutupan sementara Finns Beach Club dan Atlas Beach Club yang mengejutkan masyarakat.
Penutupan dua ikon wisata di Badung ini disebut Giri Prasta berdampak signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Oleh karena itu, ia memastikan bahwa kedua usaha tersebut akan segera dibuka kembali.
"Saya sudah mengetahui soal penutupan ini, tapi dampaknya ke PAD Badung sangat besar, termasuk bagi masyarakat yang bekerja di sana. Kami sudah lakukan sinergi dan koordinasi, jadi saya pastikan Finns dan Atlas akan kembali beroperasi," ujar Giri Prasta usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Badung, Jumat (14/2).
Namun, muncul pertanyaan soal izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang belum dikantongi Finns.
Giri Prasta menyerahkan hal ini kepada tim teknis, meskipun secara aturan, AMDAL seharusnya sudah dimiliki sebelum usaha beroperasi.
"Persoalan ini ditangani tim teknis, dan beberapa proses perizinan kini bisa dilakukan secara online. Kami selalu mengedepankan kepastian hukum," tegasnya, di tengah kabar dirinya akan segera dilantik sebagai Wakil Gubernur Bali.
Bupati asal Pelaga ini menegaskan bahwa dirinya mendukung investasi, namun dengan catatan tegas: jangan sampai masyarakat lokal terpinggirkan.
"Kami tidak alergi investasi, tapi investasi harus memperhatikan kesejahteraan masyarakat sekitar," ujarnya.
Lebih lanjut, Giri Prasta memastikan tim teknis akan memperketat pengawasan perizinan usaha di Badung.
Ia mengakui adanya kemungkinan kekeliruan dalam proses perizinan, namun menegaskan bahwa pendekatan pembinaan akan diutamakan.
"Kadang ada masalah saat pengurusan izin oleh manajemen, tapi prosesnya tetap berjalan. Kami akan terus membina investasi di Badung," pungkasnya.
Bagaimana kelanjutan nasib dua beach club ternama ini? Akankah polemik perizinan menjadi penghambat atau justru memperkuat regulasi investasi di Badung?
Nantikan perkembangan selanjutnya hanya di sini! ***
Editor : I Putu Suyatra