Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Program Makan Bergizi Gratis Diluncurkan di Pekutatan Jembrana, Distribusi Makanan Gunakan Wadah Plastik

I Gde Riantory Warmadewa • Selasa, 18 Februari 2025 | 14:33 WIB
Wadah plastik digunakan dalam distribusi makanan program MBG di wilayah Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, pada Senin (17/2/2025).
Wadah plastik digunakan dalam distribusi makanan program MBG di wilayah Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, pada Senin (17/2/2025).

BALIEXPRESS.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi diluncurkan di Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali.

Sebanyak 983 siswa di delapan sekolah di kecamatan itu telah menikmati program MBG ini.

Program ini didukung oleh dapur sehat yang dikelola oleh Yayasan Pelita Prabu, yang saat ini menggunakan wadah plastik untuk mendistribusikan makanan.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra pada Senin (17/2/2025), mengungkapkan bahwa Jembrana sekarang memiliki dua dapur sehat, termasuk di Pekutatan yang dikelola oleh Yayasan Pelita Prabu sebagai mitra Badan Gizi Nasional (BGN).

"Jembrana sudah memiliki dua dapur sehat, selain di wilayah kota, kini juga ada di Kecamatan Pekutatan oleh Yayasan Pelita Prabu. Hari ini sudah diluncurkan di delapan sekolah," uajrnya.

Dapur sehat di Pekutatan terletak di sebelah Kantor Desa Pekutatan dan telah mendapatkan izin untuk menyediakan hingga 1.000 porsi makanan.

Namun, saat ini baru melayani 983 siswa. "Izin diberikan bertahap sesuai rekomendasi dari BGN," jelas Anom.

Untuk sementara, Yayasan Pelita Prabu menggunakan wadah plastik karena wadah makanan berbahan stainless masih dalam proses pengiriman.

"Informasinya, wadah stainless masih dalam perjalanan. Secara teknis, penggunaan cup plastik ini hanya diperbolehkan selama lima hari dan harus diganti dengan yang baru," tambah Anom.

Anom juga mengungkapkan bahwa akan ada evaluasi terhadap menu makanan yang disajikan.

"Saat ini belum ada susu, kami masih menunggu informasi. Kami juga akan mengevaluasi menu lebih lanjut," imbuhnya.

Terkait dapur sehat di wilayah Negara, Anom menyebutkan bahwa pihaknya menerima masukan mengenai alergi siswa terhadap makanan tertentu.

"Yayasan dan BGN akan melakukan koordinasi lebih lanjut terkait hal ini," pungkas Anom. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#Makan Bergizi Gratis #Mbg #jembrana