BALIEXPRESS.ID – Setelah penangkapan Bastomi Prasetiawan 33, pelaku penusukan yang menewaskan Kadek Parwata di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Denpasar, keluarga korban mengungkapkan kesedihan dan harapan mereka agar pelaku menerima hukuman seberat-beratnya.
Gede Dana Putra, kakak almarhum Kadek Parwata, menyatakan bahwa keluarga sangat berduka atas kehilangan tersebut.
"Kami sedih kehilangan anggota keluarga. Kadek tidak mengenal pelaku, orang yang tidak kami ketahui asal-usulnya. Kami berharap pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya," ujarnya, Selasa 18 Februari 2025.
Keluarga juga menegaskan tidak memiliki niat untuk bertemu dengan pelaku.
"Kami sedang berduka, biarkan hukum yang menangani dia di sana," tambah Gede.
Kadek Parwata yang bekerja sebagai petugas kebersihan di Petitenget sejak sebelum pandemi COVID-19, dikenal sebagai sosok yang tekun dan jarang berpindah-pindah pekerjaan.
Dia disebut sebagaI orang yang bertanggung jawab, kepala rumah tangga, dan tulang punggung keluarga.
Istri almarhum, Komang Ayu, menceritakan bahwa pada malam kejadian, Kadek berpamitan untuk melayat ke rumah temannya yang orang tuanya meninggal.
"Sebenarnya saya tidak mengizinkan, tapi kalau tidak diizinkan nanti dia marah. Jadi saya izinkan. Saya tidak tahu akan terjadi seperti ini," ungkapnya sambil menangis.
Kadek meninggalkan dua anak perempuan, yang pertama duduk di kelas IV SD dan yang kedua di TK.
"Anak-anak belum sepenuhnya memahami bahwa bapaknya sudah tiada. Anak yang paling kecil waktu pulang dari penguburan menangis, katanya lihat bapak dadah-dadah," cerita Komang Ayu. (*)
Editor : Nyoman Suarna