Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pemkab Bangli Tak Ada Anggaran, Pemakaman Pasien RSJ Gunakan Urunan

I Made Mertawan • Rabu, 19 Februari 2025 | 14:45 WIB
Ilustrasi mayat
Ilustrasi mayat

BALIEXPRESS.IDPemkab Bangli akan memakamkan seorang pasien Rumah Sakit Manah Shanti Mahottama atau Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali di Bangli pada Rabu (19/2/2025) pagi.

Pasien dengan gangguan jiwa tersebut meninggal dunia di RSUD Bangli Senin (17/2/2025) akibat penyakit yang dideritanya.

Penjabat Sekda Bangli I Made Ari Pulasari mengatakan bahwa pasien berinisial W, yang diperkirakan berusia lebih dari 80 tahun, akan dimakamkan secara Islam di kuburan muslim Bebalang.

Keputusan ini diambil berdasarkan KTP yang dibuatkan oleh Dinas Sosial Bangli beberapa tahun lalu, di mana tercantum bahwa pria yang tidak diketahui alamat dan keluarganya itu beragama Islam.

"Pasien ini memang tidak diketahui keluarganya sejak dulu," ujar Ari Pulasari, Selasa (18/2/2025).

Terkait biaya pemakaman, Ari Pulasari menegaskan akan ditanggung secara gotong royong oleh berbagai pihak.

Hal ini dilakukan karena Dinas Sosial Bangli yang bertanggung jawab atas pasien telantar itu tidak memiliki anggaran khusus untuk pemakaman.

"Biayanya dari swadaya, urunan pribadi. Kasihan juga orangnya," kata Ari Pulasari.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Humas Rumah Sakit Manah Shanti Mahottama Provinsi Bali I Nengah Budiawan menyatakan, W meninggal dunia di RSUD Bangli setelah menjalani perawatan sejak Kamis (13/2/2025).

Menurutnya, W telah lama menjadi pasien RSJ. Budiawan, yang sudah bekerja di sana selama 25 tahun, mengaku sejak awal bertugas sudah mendapati W sebagai pasien.

"Informasinya, dia sudah dirawat sejak usia muda di RSJ," kata Budiawan.

Menurutnya, selama menjalani perawatan, W tidak pernah pulang karena asal-usulnya tidak diketahui.

Ia sempat mengaku berasal dari Gianyar, namun saat diajak ke sana, ternyata ia tidak mengenali alamat asalnya.

Saat masih sehat secara fisik, W sebenarnya sudah mampu mengurus dirinya sendiri dan beraktivitas seperti biasa.

Hanya saja, dia tidak tahu identitasnya sendiri, sehingga menjadi pasien tetap RSJ. 

“Dulu sempat mengaku dari Gianyar, tapi tidak ingat di mana. Akhirnya tidak pernah pulang,” terang Budiawan. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #pasien telantar #bangli #rsj