Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kutukan Mencret Seumur Hidup Tak Mempan, Tumpukan Sampah Menggunung di Gianyar! TPA Temesi Kritis, Sampah Liar Tak Terkendali

I Wayan Ananda Mustika Putra • Jumat, 21 Februari 2025 | 04:26 WIB

Tumpukan sampah liar tercampur meluber di Jalan Astina Selatan Gianyar, Rabu (19/2) padahal sudah dipasang Spanduk ‘kutukan’ mencret seumur hidup.
Tumpukan sampah liar tercampur meluber di Jalan Astina Selatan Gianyar, Rabu (19/2) padahal sudah dipasang Spanduk ‘kutukan’ mencret seumur hidup.

BALIEXPRESS.ID - Sampah liar terus menjamur di berbagai sudut Gianyar, seakan kebal terhadap spanduk peringatan yang bahkan berbunyi "Mencret Seumur Hidup" bagi pembuang sampah sembarangan.

Ironisnya, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temesi kini nyaris kolaps! Dari kapasitas ideal 131 ribu ton, TPA ini justru menampung lebih dari 200 ribu ton sampah, dengan sisa lahan hanya 38 are.t

"Hampir di semua titik masih ditemukan sampah liar. Masyarakat ingin rumahnya bersih, tapi malah membuang sampah di depan gang atau jalan," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, Ni Wayan Mirnawati, Rabu (19/2).

Baca Juga: Brata Kepemangkuan dalam Lontar Tattwadewa, Mengisi Diri dengan Sastra Agama, Memperhatikan Makan-Minum

Namun, DLH Gianyar tak tinggal diam. Mereka berupaya mengedukasi masyarakat agar terbiasa memilah sampah sejak dari rumah.

"Program pemilahan sampah ini belum berjalan setahun, jadi memang butuh waktu. Kami akan terus mengingatkan, seperti di Dharmagiri yang dulu penuh sampah, kini jauh lebih baik," tambah Mirnawati.

Strategi "Diet TPA", Solusi Atasi Krisis Sampah

Pemkab Gianyar menerapkan strategi "diet TPA", yakni mengurangi ketergantungan terhadap TPA Temesi dengan mendorong pengelolaan sampah di sumbernya.

"TPA Temesi masih menerima sampah, tetapi kami dorong pemilahan sejak awal. Hotel, restoran, dan kafe pun diwajibkan mengelola sampah mereka sendiri," tegas Mirnawati.

Baca Juga: Jegeg Bulan, Penyanyi Muda Bali Ungkap Alasannya yang Berani Usung Koplo

Sampah organik, terutama dari rumah tangga dan upacara adat, menjadi penyumbang terbesar di Gianyar.

Sementara sektor pariwisata berkontribusi sekitar 40% dari total produksi sampah.

Sebagai solusi, destinasi wisata (DTW) seperti Tirta Empul telah memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri.

Dana Rp300 Juta per Desa untuk TPS3R

Pemkab Gianyar juga mengalokasikan Rp300 juta per desa guna membangun Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) agar penanganan sampah lebih efektif.

Saat ini, 120 petugas kebersihan dan 20 armada truk dikerahkan untuk menangani sampah di Gianyar.

Mereka bahkan rutin menyiram sampah guna mencegah kebakaran, terutama saat musim kemarau.

Dengan langkah-langkah ini, Pemkab Gianyar berharap dapat mengendalikan krisis sampah secara berkelanjutan.

Mampukah strategi ini menyelamatkan Gianyar dari darurat sampah? Atau justru sampah akan terus menjadi momok menakutkan? *** 

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Mengerikan: Pemuda 22 Tahun Tewas, Pembonceng Kritis!

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #gianyar #sampah