Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

KOK BISA? Satu Bulan Berlalu Pagar Pelampung di Laut Serangan Belum Juga Dicabut

Wiwin Meliana • Sabtu, 1 Maret 2025 | 19:54 WIB

Nelayan di Serangan membagikan kondisi pagar pelampung di laut yang belum dicabut
Nelayan di Serangan membagikan kondisi pagar pelampung di laut yang belum dicabut

BALIEXPRESS.ID-Pertemuan antara Manajemen PT Bali Turtle Island Development (BTID) dengan sejumlah anggota Wakil Rakyat Bali telah berlangsung satu bulan lalu (30/01/2025).

Baca Juga: Disdukcapil Buleleng Lakukan Pencetakan KTP Tanpa Tanpa Pembatasan

Meski sebulan berlalu, namun salah satu kesepakatan dalam pertemuan itu hingga kini belum dilakukan.

Pemasangan pagar pelampung di laut yang membatasi aktivitas nelayan hingga Sabtu (01/03/2025) belum juga dicabut.

Hal ini disampaikan oleh salah satu nelayan di Serangan lewat sebuah video.

Baca Juga: 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Buleleng, Tantangan Baru dan Skala Prioritas

Dalam video yang diambil pada hari ini, terlihat pagar pelampung yang berada di atas laut serangan masih terpasang seperti semula.

Bahkan dalam video terbaru itu, nelayan meminta tolong kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Yang Terhormat Bapak Presiden, Gubernur Bali, Wali Kota Denpasar, para wakil rakyat semua. Sudah dari tahun 2018 sampai saat ini pagar laut pelampung masih terpasang sampai saat ini,” ujar nelayan.

Nelayan tersebut mengaku pagar tersebut membatasi dan menghalangi nelayan untuk mencari ikan.

Baca Juga: Tragedi Uluwatu: Rem Blong, Truk Angkut Batu Picu Tabrakan Beruntun Di Kuta Selatan

“Tolong perhatikan kami nelayan kecil dan jangan dikerdilkan, berikan kami nelayan kebebasan menggunakan tanah, bumi, air untuk hidup,” jelasnya.

Terlihat juga dalam video, jukut yang dibawa oleh nelayan tidak bisa leluasa mencari ikan lantaran adanya pagar pelampung di atas luat Serangan itu.

Sebelumnya, Pada Kamis (30/1/2025), tiga anggota legislatif turun langsung ke Serangan untuk menemui para nelayan dan pihak manajemen Kura-Kura Bali.

Baca Juga: Nekat! Pura Puseh Pedungan Jadi Sasaran Maling, Wajah Pelaku Terekam CCTV

Mereka adalah anggota DPD RI Ni Luh Djelantik, serta dua anggota DPR RI, Nyoman Parta dan I Nyoman Adi Wiryatama. Dalam pertemuan tersebut, Adi Wiryatama, yang duduk di Komisi IV yang membidangi kelautan, menegaskan perlunya penyelesaian segera terhadap masalah ini.

Permasalahan tersebut mencakup perubahan nama di peta, penggantian nama jalan menjadi Kura-Kura Bali, serta pemasangan pagar pelampung di laut yang membatasi aktivitas nelayan setempat.

Editor : Wiwin Meliana
#pagar #PT BTID #serangan #Pelampung