BALIEXPRESS.ID - Aksi trek-trekan liar di kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB), Desa Tangkas, Kecamatan Klungkung, Bali, berujung tragis.
Seorang remaja tewas setelah terlibat kecelakaan fatal di Jembatan Merah pada Minggu dini hari (2/3) sekitar pukul 01.00.
Balapan Berujung Duka: Korban Tak Terselamatkan
Korban bernama I Komang Putra Wira Pradnyana dilaporkan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Klungkung.
Kecelakaan bermula saat Ngakan Gede Darma Kusuma (18), warga Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan, melakukan aksi trek-trekan menggunakan sepeda motor Honda Vario DK 5487 MI sambil membonceng Pradnyana.
Kasi Humas Polres Klungkung, AKP Agus Widiono, mengungkapkan Ngakan melaju dari arah timur ke barat sebelum tiba-tiba ditabrak dari belakang oleh sepeda motor lain yang pengendaranya masih belum teridentifikasi.
Benturan Keras dan Upaya Penyelamatan yang Gagal
Akibat tabrakan tersebut, Ngakan dan Pradnyana terpental ke aspal. Keduanya dilarikan ke RSUD Klungkung dalam kondisi luka parah.
Humas RSUD Klungkung, I Gusti Putu Widiyasa, menjelaskan bahwa Pradnyana tiba di IGD sekitar pukul 01.40 dalam keadaan tidak sadarkan diri, muntah-muntah, dan mengalami cedera serius di kepala serta wajah.
Meski sempat dirawat di ICU dengan ventilator, nyawa Pradnyana tak bisa diselamatkan.
"Korban dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan intensif di ICU," ujar Widiyasa.
Pelaku Misterius, Polisi Terus Memburu
Sementara itu, Ngakan yang juga sempat tak sadarkan diri dan mengalami luka lecet di kepala sudah diperbolehkan pulang setelah dua jam observasi di IGD.
Polisi masih berupaya mengidentifikasi pelaku yang menabrak Ngakan dan Pradnyana.
"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas pengendara yang melarikan diri usai kejadian," tegas AKP Agus Widiono.
Jembatan Merah Jadi Sorotan, Warga Minta Penertiban
Insiden ini memicu kekhawatiran warga sekitar yang mengaku resah dengan maraknya aksi balap liar di Jembatan Merah.
Mereka berharap pihak berwenang segera mengambil tindakan untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya.
Akankah pelaku tabrak lari ini segera tertangkap? Dan apakah tragedi ini cukup untuk menghentikan aksi trek-trekan yang membahayakan nyawa?
Publik menunggu tindakan tegas dari pihak berwenang.***
Editor : I Putu Suyatra