BALIEXPRESS.ID-Ni Wayan Duryani seorang wanita asal Desa Puhu, Payangan, Gianyar yang mengaku nyaris menjadi korban begal akhirnya beri klarifikasi.
Perempuan ini sempat membuat geger jagad media sosial lantaran pengakuannya yang nyaris menjadi korban begal.
Kejadian mencekam ini terjadi saat Duryani hendak membeli perlengkapan upacara di pagi buta, Rabu (5/3) sekitar pukul 05.00 WITA.
Saat melintas di Simpang Tiga Giri Kusuma, tiba-tiba dua pria misterius yang mengendarai motor Supra mendekatinya.
Salah satu pelaku menepuk tangan Duryani dan langsung menodongkan senjata tajam ke arahnya.
Baca Juga: Strategi Atasi Sampah Klungkung dalam 100 Hari, Bupati Satria Bakal Gunakan Mesin Pengolah Sampah
“Gek... Gek... mereren Gek...” (Dik... Dik... berhenti Dik...), ujar pelaku dengan nada mengancam yang membuat bulu kuduk merinding.
Ketakutan, Duryani berusaha melarikan diri. Namun, pelaku sempat mengayunkan pisau hingga menggores pakaian yang dikenakannya.
“Saya sangat takut saat itu. Saya berusaha lari, tapi mereka terus mengejar,” ungkap Duryani dengan suara bergetar, mengingat kembali momen menegangkan tersebut.
Ketegangan berakhir saat korban tiba di sekitar Hotel Pramana.
Baca Juga: Tak Hanya Jarah Telur, Warga Diduga Ambil Dompet dan HP Kernet yang Meninggal
Keberuntungan berpihak padanya ketika seorang warga melintas, membuat pelaku panik dan langsung kabur meninggalkan lokasi.
Namun belakangan beredar sebuah video klarifikasi Wayan Duryani ditemani oleh sang suami.
Dalam video singkatnya, Wayan Duryani menceritakan kronologi singkat kejadian yang dialaminya.
“Om swastiastu, selamat sore saya warga yang viral di sosmed karena video begal,” jelasnya dikutip dalam video yang dibagikan oleh akun @infodenpasarterkini.id.
Baca Juga: Pembangunan Pelabuhan Barang Pesinggahan Jadi Prioritas, Bupati Satria Mulai Lakukan Pendataan Lahan
Lebih lanjut, Wayan Duryani mengaku tidak akan memperpanjang dugaan begal tersebut dengan tidak melaporkan ke polisi.
“Dengan kejadian saya ini bersama keluarga saya tidak akan melaporkan ke Polsek Payangan,” jelasnya.
Pihaknya memilih tidak melaporkan kejadian tersebut lantaran tidak menderita kerugian fisik maupun materiil.
Editor : Wiwin Meliana