BALIEXPRESS.ID – Memiliki kesenangan mempelajari bidang hukum dan bahasa inggris, membawa dampak positif bagi seorang Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati Denpasar bernama I Gusti Ayu Sita Maharani.
Sita Maharani mampu menjadi mahasiswa berprestasi, dengan meraih berbagai penghargaan atau piala, tak hanya setingkat nasional, tapi juga tingkat internasional.
Sita Maharani yang bercita-cita menjadi diplomat ini, aktif dalam berbagai kompetisi.
Seperti, Asia World Model United Nations (MUN) di council United Nations Children's Fund (UNICEF), ALSA (Asian Law Students Association) Student Exchange Programme, English Debate Competition, dan berbagai lomba pidato bahasa inggris.
Bahkan, ia mampu menyabet penghargaan Best Delegate di ajang ALSA Student Exchange Program 2025 di Malaysia.
Selain itu, Tim Universitas Mahasaraswati termasuk dirinya dinobatkan sebagai Female Best Dress.
"Saya dapat penghargaan best delegate dari seluruh delegasi yang ikut serta, mereka dari Universitas Tarumanegara, Universitas Pancasila, Kyushu University Jepang, Universiti Malaya, Unmas Denpasar," tuturnya, Senin 10 Maret 2025.
Perlu diketahui, ALSA adalah organisasi kemahasiswaan yang menyelenggarakan program pertukaran pelajar antar mahasiswa hukum dari negara-negara di Asia.
Sementara MUN adalah kegiatan simulasi sidang PBB. Peserta berperan sebagai delegasi dari negara-negara anggota PBB dan memecahkan permasalah melalui penyusunan draft resolutions.
Tak hanya di 2025, Perempuan kelahiran 18 Maret 2002 itu juga mencatatkan pencapaian luar biasa pada 2024.
Ia yang mewakili Unmas menjadi Best Delegate dan Best Position Paper of Asia World MUN di council UNICEF 2024 yang dilaksanakan secara daring pada Mei 2024 lalu.
Selain itu, meraih Best Costume Design Award di ASEAN+3 Youth Camp di Bangkok 2024, Best Speaker of International Conference on Sustainable Development Unmas Denpasar 2024, serta Best MUN Speaker Award di ALSA Student Exchange Malaysia pada 2023.
Sita telah menunjukkan bakat luar biasa dalam bidang hukum, public speaking, dan diplomasi sejak usia muda.
Hal itu tak lepas dari usahanya untuk terus belajar, sesuai motto hidupnya.
"Learning is a journey, not a destination. So grow, explore, and never stop seeking knowledge (Belajar adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan. Jadi bertumbuhlah, jelajahi, dan jangan pernah berhenti mencari ilmu)," tandasnya.
Dari SMA, Mahasiswi asal Sidemen, Karangasem ini pun sudah aktif dalam berbagai kompetisi pidato bahasa inggris, membawa pulang berbagai piala kejuaraan dari universitas ternama seperti Udayana, Undiksha, Undiknas, hingga Warmadewa.
Kecintaannya pada hukum semakin berkembang saat menempuh pendidikan di Universitas Mahasaraswati Denpasar ini.
"Dulu saya sempat tertarik dengan dunia kedokteran, sekarang sudah menemukan passion di bidang hukum," pungkasnya. (*)
Editor : I Gede Paramasutha